Balongan, Petrominer – Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit Balongan mulai menggelar kegiatan pemeliharaan kilang dengan skala tenaga kerja terbesar di awal Maret 2022 ini. Kegiatan pemeliharaan kilang yang menyerap hampir 15.000 orang pekerja tersebut didapuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai salah satu kegiatan pemeliharaan kilang dengan serapan tenaga kerja terbesar tahun 2022.
Ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam peningkatan aspek kinerja dan keandalan kilang. Tingginya komitmen KPI Unit Balongan dalam menjaga kondusivitas kilang tersebut tak terlepas dari nilai strategis kilang Balongan yang diproyeksikan akan memproduksi produk BBM dan Non-BBM sebesar 150.000 barel pasca pengembangan kilang.
Mengawali kegiatan pemeliharaan kilang, jajaran Direksi KPI dan Bupati Indramayu, Nina Agustina, hadir langsung dalam gelaran ‘Grand Safety Talk’ yang diselenggarakan di area operasi KPI Unit Balongan, Senin (7/3).
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama KPI, Djoko Priyono, menegaskan bahwa sebagai kegiatan pemeliharaan kilang terbesar di Indonesia, perusahaan senantiasa berorientasi pada aspek safety atau keselamatan kerja.
“Seluruh kegiatan saat proses pemeliharaan kilang harus bermuara kepada target mencapai Zero Accident, On Quality (Tepat Mutu), On Schedule (Tepat Waktu) dan On Budget (Tepat anggaran),” ungkap Djoko.
Dia juga menekankan bahwa KPI berkomitmen untuk meningkatkan multiplier effect setiap kegiatan perusahaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mayoritas dari pekerja yang terlibat pemeliharaan kilang merupakan pekerja lokal Indramayu.
Hal ini membuktikan bahwa spirit KPI dalam mengawal proyek ini tak hanya berorientasi pada profit tetapi juga bentuk integritas perusahaan dalam menjamin ketahanan energi di Indonesia dan memberikan dampak sosio-ekonomi yang berarti melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
General Manager KPI Refinery Unit Balongan, Diandoro Arifian, menjelaskan bahwa kegiatan pemeliharaan kilang bertujuan untuk menjaga operational excellence, memastikan peralatan dapat beroperasi dengan baik, dan meningkatkan kapasitas produksi demi mencapai visi misi dan target kinerja perusahaan.
“Kami targetkan pemeliharaan ini pada seluruh unit di Kilang Balongan, baik unit Primary Process, Secondary Process, dan Utilities,” jelas Diandoro.
Untuk mendukung kesuksesan kegiatan pemeliharaan ini, KPI Refinery Unit Balongan melibatkan kontraktor lebih dari 90 perusahaan, terdiri atas perusahaan lokal Indramayu dan perusahaan nasional.
Kilang Balongan merupakan salah satu unit Kilang Pertamina yang beroperasi sejak tahun 1994 dan memiliki tingkat kompleksitas tertinggi sebesar 11.9 Nelson Complexity Index. Dengan kapasitas produksi saat ini sebesar 125 ribu barel per hari, kilang tersebut memproduksi produk olahan termasuk Gasoline, Gasoil, Avtur dan Polypropylene.
KPI kini mengemban amanah melalui Proyek Strategis Nasional “RDMP Balongan” guna meningkatkan kapasitas produksi menjadi 150 ribu barel per hari. Nantinya proyek RDMP Balongan ditargetkan dapat meningkatkan kualitas produk agar setara Euro V yang semakin ramah lingkungan.








Tinggalkan Balasan