Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero), Ignatius Talullembang.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus melakukan berbagai terobosan untuk mengupayakan percepatan pembangunan kilang. Tentunya, ini demi mewujudkan sejarah baru sebagai negara swasembada energi.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Roof Refinery (GRR) yang sedang dijalankan Pertamina menjadi kunci dalam membangun tonggak sejarah baru tersebut. Dengan begitu, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan BBM dari kilang sendiri tanpa ketergantungan dengan impor.

“Pertamina telah melakukan sejumlah akselerasi agar proyek yang ditetapkan Presiden sebagai proyek strategis nasional ini, bisa segera terwujud. Inilah impian besar kita dalam membangun ketahanan dan sekaligus kemandirian energi,” ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Talullembang, Rabu (6/11).

Ignatius menjelaskan, proyek RDMP dan GRR akan meningkatkan kapasitas kilang terpasang Pertamina menjadi dua kali lipat. Dari 1 juta barel pada saat ini, menjadi 2 juta barel. Dengan peningkatan yang signifikan tersebut, maka seluruh kebutuhan BBM domestic bisa dipenuhi oleh kilang sendiri.

Pertamina, tegasnya, telah melakukan berbagai akselerasi yang terintegrasi sehingga target-target pelaksanaan proyek bisa terlaksana tepat waktu, atau bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Saat ini, proyek RDMP Balongan sudah menerapkan dual feed competition, sehingga realisasi proyek bisa selesai satu tahun lebih cepat dari jadwal. Studi kelayakan (feasibility study) RMDP Balongan tahap I sudah dilakukan dan dilanjutkan dengan penetapan dan pengadaan lahan. Untuk tahap II, sedang dilakukan studi kelayakan.

Fasilitas pengolahan minyak mentah PT Pertamina (Persero) di Balongan, Jawa Barat. (Petrominer/Sony)

Untuk Kilang Balikpapan, kini sudah masuk tahap konstruksi dengan dilakukannya penandatanganan akta pendirian PT Kilang Pertamina Balikpapan pada 7 Mei 2019 lalu. Begitu pula dengan Kilang Cilacap, setelah selesai Proyek PLBC, kini RDMP Cilacap sedang dalam tahap penyelesaian valuasi bersama Saudi Aramco. RDMP Dumai dalam tahap negosiasi dengan partner dari Timur Tengah.

Sementara itu, GRR Tuban sudah selesai dengan proses pengadaan lahan dan sedang dalam proses pembayaran. Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada 28 Oktober kemarin. Saat ini telah dimulai pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED).

Di GRR Bontang, kemitraan dengan OOG sudah ditandatangani pada Desember 2018. Izin prinsip lokasi dari Gubernur Kalimantan Timur sudah diterbitkan dan saat ini sedang dalam proses pelaksanaan studi dan review dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

“Pertamina menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sehingga megaproyek bisa berjalan dengan baik. Dukungan yang terus menerus dari Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, menjadi kekuatan tersendiri bagi Pertamina untuk menuntaskan tugas bersejarah ini,” jelas Ignatius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here