Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas.

Makassar, Petrominer – PT Pertamina (Persero), melalui Marketing Operation Region (MOR) VII, bergerak cepat menanggulangi tumpahan minyak di pesisir Pantai Makassar. Tim gabungan yang terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply & Distribution VII sigap mencegah penyebaran minyak lebih luas lagi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan, menjelaskan bahwa penanggulangan kebocoran minyak ini telah ditanggulangi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina.

“Kami telah melakukan upaya terbaik agar tumpahan minyak tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan bisa seminim mungkin,” jelas Hatim, Jum’at (22/5).

Sampai Jum’at pagi, menurutnya, area tumpahan minyak sudah tidak terlihat lagi dan hanya menyisakan sedikit film minyak di daerah dermaga. Minyak yang tumpah diperkirakan sebanyak 11 liter berjenis Low Sulfur Fuel Oil (LSFO).

“Faktor arus laut yang agak tinggi serta karakter minyak dengan kekentalan (viskositas) tinggi, memang sempat membuat penyebaran menjadi lebih luas,” lanjutnya.

Meski sebagian besar tumpahan minyak sudah tidak nampak, hingga saat ini Pertamina masih terus berupaya mencari dan membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak yang masih ada. Koordinasi yang baik terhadap pihak-pihak yang berkepentingan juga terus dibangun sebagai bagian dari upaya penanggulangan tumpahan minyak ini.

Tumpahan minyak bermula terjadi saat start bunker produk LSFO ke Liquid Petroleum Gas Carrier (LPGC) Arimbi di dermaga 2 Integrated Terminal (IT) Makassar, Rabu (20/5).

Tumpahan minyak bermula terjadi saat start bunker produk LSFO ke Liquid Petroleum Gas Carrier (LPGC) Arimbi di dermaga 2 Integrated Terminal (IT) Makassar, Rabu (20/5). Dugaan awal, terjadinya kebocoran bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin kapal ini berasal dari flange to flange jalur pipa bunker, yang secara lokasi tidak terlihat oleh kasat mata lantaran posisinya tertutup plat sehingga bocoran minyak melebar ke arah bibir pantai.

Saat diketahui terjadinya kebocoran, operasi langsung dihentikan dan dilakukan penanganan tumpahan. Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas. Meski sudah terpasang oil boom tetapi masih ada yang lolos. Minyak yang lolos itu kemudian segera ditanggulangi dengan menggunakan Absorbent Pad dan Dispersant.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here