Pertamina Beli LPG dari Iran 600.000 MT

0
505
Penandatanganan head of agreement (HoA) jual beli LPG refrigerated oleh Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina, Daniel Syahputra Purba, dan Vice Director for International Affairs, Petroleum Product Marketing and Operation NIOC, Moradi, di Teheran, Senin (30/5).

Teheran, Petrominer — PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) menandatangani head of agreement (HoA) jual beli Liquefied Petroleum Gas (LPG) refrigerated dengan total volume mencapai 600.000 MT.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Teheran, Senin (30/5), oleh Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina, Daniel Syahputra Purba, dan Vice Director for International Affairs, Petroleum Product Marketing and Operation NIOC, Moradi. Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanggeneh ikut menyaksikan penandatanganan kesepakatan konkret dan bersejarah itu.

Kesepakatan itu merupakan hasil kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Sudirman Said bertemu dengan Menteri Perminyakan Iran beserta pejabat terkait untuk meningkatkan kerja sama dengan Iran, salah satu negara besar di Kawasan Timur Tengah.

“Ini merupakan kunjungan kami yang ketiga kalinya ke Iran. Saya gembira dari waktu ke waktu hubungan ekonomi dan bisnis antara Indonesia dan Iran semakin dekat dan meningkat. Hari ini ada tonggak baru penandatangan kerja sama pasokan LPG dari NIOC ke Pertamina,” ungkap Sudirman.

Kesepakatan ini dicapai seminggu setelah Pertamina menandatangani kerja sama dengan Saudi Aramco melalui penetapan kontrak engineering and project management services kepada Amec Foster Wheeler Energy Limited dalam pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, kesepakatan Pertamina untuk pembelian LPG Refrigerated dari NIOC akan mulai efektif berjalan dengan target delivery perdana pada kuartal keempat 2016. Tahun ini, dijadwalkan pengiriman dilakukan sebanyak dua kargo, sedangkan pada tahun 2017 akan dikirimkan 12 kargo sehingga total volume mencapai 600.000 MT.

“Kesepakatan ini sangat strategis mengingat kebutuhan LPG di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2016 saja, penjualan LPG Pertamina tahun ini mencapai 7,5 juta MT atau meningkat sekitar 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pasokan dari Iran akan meningkatkan ketahanan pasokan LPG nasional,” ujar Wianda.

Dia juga menjelaskan selain kesepakatan LPG tersebut, Pertamina dan NIOC juga sepakat untuk melanjutkan pembicaraan mengenai pasokan minyak mentah untuk kebutuhan Pertamina. Kedua perusahaan juga sepakat untuk melakukan pembicaraan lebih jauh terkait dengan peluang kerjasama di sektor hulu migas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here