Pertamina Akselerasi Pengembangan Pekerja dengan TDA

0
812
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Corporate University telah menerima akreditasi Corporate Learning Improvement Process (CLIP) dari European Foundation for Management Development (EFMD) dan menjadi yang pertama di kawasan Asia.

Yogyakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) menformulasikan dan menerapkan program Talent Development Acceleration (TDA) untuk mempercepat proses pengembangan kapasitas para pekerjanya. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi tantangan perusahaan dalam upaya mencapai visi sebagai World Class Energy Company.

Menurut Direktur SDM, IT, dan Umum Pertamina, Dwi Wahyu Daryoto, dalam menghadapi berbagai dinamika industri migas dalam konteks kompetisi global, sumber daya manusia memainkan peran yang sangat penting. Pekerja merupakan modal utama untuk memastikan seluruh program yang dicanangkan melalui Lima Pilar Prioritas Strategis Pertamina dapat terlaksana.

“Pertamina berkomitmen untuk membangun kapasitas SDM yang mumpuni untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan bisnis dengan fokus pada keamanan, keandalan operasi, pelibatan dan pengembangan kapasitas dan kompetensi pekerja,” kata Dwi pada acara Pertamina International Learning Conference pertama di Yogyakarta, Rabu (18/1).

Saat ini, paparnya, Pertamina menghadapi tantangan demografi dengan 30% dari pekerjanya akan memasuki usia pensiun dalam lima tahun mendatang. Di sisi lain, hanya sekitar 20% dari pekerja level menegah yang dapat mengisi posisi strategis yang ditinggalkan dalam periode tersebut.

Untuk menghadapi tantangan ini, jelas Dwi, Pertamina telah menformulasikan dan menerapkan program TDA yang menyajikan program-program pengembangan pekerja dari mulai masuk bekerja, level menengah hingga level tinggi. TDA mengombinasikan pengajaran terprogram, penilaian, pelatihan, mentoring, belajar bertindak, dan penugasan-penugasan pekerjaan.

Program TDA dirancang secara spesifik mempertimbangkan beberapa tantangan sumber daya dan juga lingkungan perusahaan. Pertamina juga melakukan konsultasi inklusif dalam menetapkan struktur program, target, hasil yang diinginkan, indicator keberhasilan dengan melibatkan para pemangku kepentingan yang relevan, termasuk top management, para pakar, manager pada divisi SDM, dan pekerja sebagai partisipan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here