Kapal operasional di Blok Mahakam dirancang untuk menggunakan bahan bakar ganda, Diesel dan LNG, di mana Pertagas akan memasok kebutuhan LNG tersebut.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Gas (Pertagas), selaku afiliasi Sub Holding Gas PT PGN Tbk dan Holding Migas PT Pertamina (Persero), komitmen untuk menyukseskan program konversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke gas. Hal ini direalisasikan dengan memasok kebutuhan LNG untuk bahan bakar kapal operasional hulu migas.

Rencananya, Pertagas akan menyediakan infrastruktur LNG untuk kebutuhan uji coba konversi bahan bakar kapal (Diesel Dual Fuel/DDF) milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang digunakan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Sinergi antar anak usaha Pertamina Grup tersebut dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) terkait proyek tersebut yang dilakukan secara daring, Rabu (29/7).

Dalam sinergi ini, PTK adalah salah satu penyedia kapal yang dioperasikan PHM di blok Mahakam, sedangkan Pertagas berpengalaman dalam pengisian maupun transportasi darat LNG ISO Tank. Penandatangan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro, PTH Direktur Utama PHM Danar Dojoadhi, dan Direktur Utama PT Pertamina Tongkang Nepos, MT Pakpahan.

Corporate Secretary Pertagas, Fitri Erika, menjelaskan bahwa melalui kerjasama ini, Pertagas sebagai bagian dari subholding gas memiliki komitmen untuk ikut menyukseskan program konversi penggunaan BBM ke LNG. Hal ini diharapkan juga ikut berkontribusi terhadap pengurangan impor BBM khususnya untuk kapal-kapal dari Pertamina Grup.

“Kami memiliki pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur LNG yang terintegrasi, mulai dari filling station, penyediaan ISO Tank, dan transportasi LNG ke berbagai konsumen,” Erika, Kamis (30/7).

Menurutnya, kajian awal terhadap proyek ini baik dari sisi teknis maupun komersial sudah dilakukan sejak September 2019 lalu. Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman ini, Pertagas berharap akan segera terdapat kesepakatan kerjasama.

Erika menambahkan, proyek ini juga merupakan upaya pengembangan bisnis Pertagas dan sekaligus sebagai bagian dari upaya meningkatkan portfolio bisnis LNG Pertagas.

Teknologi DDF merupakan teknologi yang menggabungkan penggunaan solar dan LNG sebagai bahan bakar kapal. Dalam proyek ini, PTK akan memodifikasi mesin pada kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Trans Moloco dari berbahan bakar High Speed Diesel (HSD) menjadi berbahan bakar ganda LNG:HSD (60:40). Kapal ini rencananya mulai beroperasi pada Agustus 2021. Bila proyek ini berhasil, maka akan dikembangkan ke fase industri pada kapal-kapal lainnya yang dioperasikan di blok Mahakam, Kalimantan Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here