Jakarta, Petrominer — PT Pertagas Niaga siap mendukung kebutuhan gas untuk pembangkit listrik yang akan dibangun oleh PT Wahyusamudra Indah (WSI). Sebelumnya, WSI telah ditetapkan sebagai pengelola pelabuhan di Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
WSI merupakan Badan Usaha Pelabuhan (berdasarkan KP No. 525 Tahun 2011 tanggal 21 Juni 2011) yang telah mendapatkan penunjukan dari Menteri Perhubungan (berdasarkan surat Menteri Perhubungan ke WSI No. PL 102/1/22/PHB2016 tanggal 17 Maret 2016) sebagai pelaksana proyek pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Umum swasta murni pertama di Indonesia. Pelabuhan yang akan dibangun dengan dana swasta murni ini merupakan pelabuhan umum dan Terminal Peti Kemas yang berlokasi di Desa Tebat Patah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Komitmen anak perusahaan PT Pertamina Gas dalam mendukung kebutuhan gas untuk pembangkit listrik di pelabuhan tersebut tertuang di dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada tanggal 10 Juni 2016. Berdasarkan MoU tersebut, Pertagas Niaga akan memasok gas sebanyak 6 MMSCFD pada tahap awal.
Menurut Presiden Direktur Pertagas Niaga, Linda Sunarti, MoU yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu bersama WSI akan menjadi landasan pelaksanaan kerjasama jual beli gas bumi antara PTGN dan WSI. Ditandatanganinya perjanjian konsesi pelabuhan untuk WSI akan menjadi milestone penting bagi konkretnya kerjasama antara PTGN dan WSI.
“Kami sangat mendukung dan mendorong bagi terwujudnya proyek pelabuhan dan terminal peti kemas dari PT WSI, di Muaro Jambi. Untuk pembangunan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, WSI telah mengkonfirmasi akan kebutuhan pembangkit listrik berbahan bakar gas, dan telah memberikan kepercayaan kepada Pertagas Niaga sebagai pemasok gasnya,” kata Linda.
Pembangunan pelabuhan dan fasilitas penunjangnya akan dimulai awal 2017 dan tuntas pada 2019. Adapun, pembangkit yang akan dibangun berupa Pembangkit Listrik Tenaga Gas dengan kapasitas 25 MW sebelum dikembangkan menjadi sekitar 200 MW untuk menangkap peluang pasar industri yang diyakini akan semakin tumbuh di Jambi.
“Prospek ini tentu saja kami tangkap sebagai peluang bagi peningkatan permintaan gas di masa mendatang, khususnya di kawasan industri di Jambi dan sekitarnya,” ungkap Linda.
Selain peluang penyediaan gas di masa mendatang, merujuk Nota Kesepahaman antara Pertamina dengan WSI yang ditandatangani tanggal 7 Maret 2016, kedua belah pihak dapat menjajaki peluang bisnis lainnya seperti penyediaan bahan bakar minyak, produk pelumas, kepanduan dan keagenan kapal. Penjajakan kerjasama tersebut dapat dimulai sejak dimulainya konstruksi pelabuhan hingga beroperasinya Terminal Peti Kemas WSI mengingat Pertamina sudah cukup lama menjalankan unit bisnisnya di wilayah Jambi.








Tinggalkan Balasan