Bontang, Petrominer – Setelah berhasil memanfaatkan material limbah non B3 dari Stasiun Kompresor Gas (SKG) Bontang dan mengubah asap cair menjadi pestisida nabati, PT Pertamina Gas (Pertagas) mulai melakukan sosialisasi agar bisa dimanfaatkan oleh para petani di lahan mereka. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pun dilakukan bersama kelompok petani binaan.
Akhir pekan lalu, Pertagas Operation Kalimantan Area menggelar Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Demonstration Plot (Demplot) Pertanian Semi Organik TAMAN Sidrap di Desa Martadinata Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Pelatihan ini diikuti oleh 20 anggota dan pengurus Kelompok Tani Permata Jaya, dengan menghadirkan Dwi Dally Mulyanto yang merupakan penggiat pertanian organik dan konsultan dari Bontang.
Manager Communication Relation & CSR Pertagas, Elok Riani Ariza, menjelaskan pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman secara langsung melalui percontohan penerapan pertanian hortikultura yang dapat mengurangi biaya operasional petani dan memperbaiki kondisi tanah yang sudah terkontaminasi banyak bahan kimia. Apalagi, penerapan pertanian semi organik juga bisa membantu tanah mendapatkan nutrisi secara alami.
“Melalui pelatihan dan demplot ini, petani mendapatkan contoh nyata proses budidaya pertanian semi organik. Harapan kami ke depan, petani dapat mengadopsi informasi, teknologi, ilmu, dan keterampilan yang didapat pada pelatihan ini,” ucap Elok, Rabu (20/7).
Dalam pelatihan ini, paparnya, para petani Desa Martadinata diperkenalkan dengan produk pertanian semi organik. Mereka juga diajarkan tentang cara penggunaan alat destilator asap yang merupakan inovasi Pertagas dan kelompok tani Permata Jaya.
“Destilator karya kolaborasi ini dibuat dengan memanfaatkan material limbah non B3 SKG Bontang Pertagas dan mampu mengubah asap cair menjadi pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani,” jelas Elok.
Pelatihan dilaksanakan bertahap selama dua hari, yakni Sabtu (16/7) dan Senin (18/7). Kegiatan pembekalan materi dan implementasi demplot langsung dilakukan di lahan pertanian milik kelompok tani Permata Jaya di Desa Martadinata.

Kepala Desa Martadinata, Sutrisno, mengapresiasi kegiatan ini. Pasalnya, pelatihan yang diselenggarakan oleh Pertagas ini sangat berguna bagi para petani.
“Substitusi pupuk kimia dengan pupuk semi organik tentunya akan membantu para petani dalam menekan biaya pertanian. Peran Pertagas pun bukan sekedar memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan untuk memastikan petani dapat memaksimalkan ilmu yang telah didapat,” ungkap Sutrisno.








Tinggalkan Balasan