Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Rachmat Makkasau. (Petrominer/Pris)

Jakarta, Petrominer – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memastikan pembangunan smelter berkapasitas 1,3 juta ton konsentrat per tahun telah berjalan sesuai rencana. Fasilitas pemurnian mineral (smelter) di Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat ini ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

“Meski begitu, kami tetap meminta pemerintah memberikan insentif perpajakan dalam pembangunan fasilitas tersebut. Ini diperlukan untuk meningkatkan aspek keekonomian proyek,” kata Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau, Kamis (16/5).

Dalam kesempatan itu, Rachmat menyebutkan ada banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku sektor pertambangan dalam melaksanakan program peleburan dan pemurnian. Misalnya kebutuhan investasi yang besar, penyiapan lokasi dan infrastruktur pendukung, termasuk produk sampingan dikarenakan keekonomian proyek yang marginal.

Dia menjelaskan, sebenarnya membangun smelter dengan investasi mahal bagi Amman Mineral cukup berat, karena keekonomian yang didapat hanya sekitar 8 persen. Dari sisi bisnis memang tidak menarik, tetapi perlu dilihat dalam konteks pengembangan industri manufaktur berbasis mineral di Indonesia.

“Oleh karena itu diperlukan peran besar pemerintah untuk terus bersinergi dengan para pelaku usaha termasuk memberikan keringanan atau insentif pajak terkait pembangunan dan operasinya. Peran pemerintah bisa berupa pemberian insentif pajak maupun keringanan dalam tarif pajak impor,” tegas Rachmat.

Menurutnya, progres proyek smelter Amman Mineral sekarang sudah mencapai 13,83 persen. Proses desain teknik dan rekayasa awal atau front end engineering design (FEED) sudah dilakukan oleh perusahaan Finlandia, Outotec. Ditargetkan dalam tiga tahun mendatang smelter tersebut sudah masuk tahap pengoperasian terbatas (commissioning).

“Setahun berikutnya diharapkan bisa beroperasi dengan kapasitas penuh,” jelasnya.

AMNT adalah perusahaan swasta nasional yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang telah memproduksi sekitar 3,6 juta ton tembaga serta 8 juta ounces emas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here