Palembang, Petrominer – PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ) menjalin kerja sama strategis dengan Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan keberlanjutan operasional perusahaan di wilayah Sumatera Selatan. Kerja sama yang dituangkan dalam sebuah perjanjian ini mencakup bantuan penguatan pembinaan teritorial dan pengamanan TNI di seluruh wilayah operasi RMKE.
Asisten Operasi (Asops) Kasdam II/ Sriwijaya, Kolonel Inf Rony Fitriyanto, menyambut baik inisiatif ini, dan menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan aparat keamanan negara.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari sinergi untuk mengimplementasikan pembinaan teritorial yang humanis kepada pengamanan internal perusahaan dan juga masyarakat sekitar agar tercipta iklim usaha yang kondusif dan pada akhirnya memberikan kontribusi peningkatan ekonomi negara,” ujar Kolonel Rony Fitriyanto, Senin (2/2).
Perjanjan kerja sama tersebut ditandatangani pada 18 Pebruari 2026 lalu. Poin-poin penting kerja sama di antaranya adalah jaminan keamanan aset, mitigasi risiko sosial, dan peningkatan disiplin SDM.
“Personel TNI akan mendukung pengamanan aset vital perusahaan, termasuk fasilitas terminal khusus batubara dan infrastruktur penunjang lainnya. TNI juga akan memberikan pembinaan mental dan disiplin kepada satuan pengamanan internal RMKE, meningkatkan standar profesionalisme dalam menjaga objek vital perusahaan,” paparnya.
Sementara Direktur RMKE, William Saputra, mengatakan sinergi dengan Kodam II/Sriwijaya ini merupakan langkah mitigasi risiko yang krusial untuk mencegah potensi gangguan operasional, sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui program pembinaan teritorial.
“Dukungan dari Kodam II/Sriwijaya memberikan kepastian keamanan bagi rantai pasok batubara kami yang merupakan objek vital. Lebih dari itu, mekanisme pembiayaan yang transparan melalui rekening resmi institusi dan pelaporan berjenjang dalam perjanjian ini menegaskan bahwa RMKE menjalankan bisnis dengan prinsip kepatuhan yang ketat,” ujar William.
Kerja sama ini juga menegaskan komitmen RMKE terhadap tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dengan melibatkan institusi negara dalam menjaga kepatuhan dan keamanan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan stabilitas keamanan yang terjamin melalui kerja sama ini, Manajemen RMKE menargetkan peningkatan efisiensi operasional dan kelancaran arus logistik batubara sepanjang tahun 2026, mendukung target pertumbuhan volume angkutan yang telah ditetapkan.









Tinggalkan Balasan