Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin, melakukan peninjauan GIS Kiaracondong usai acara peresmian, Jum'at (23/3).

Bandung, Petrominer – Sejak akhir pekan lalu, PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan gardu induk jenis Gas Insulated Swithgear (GIS) 150 kilo volt (kV) Kiaracondong II/Gedebage. Gardu listrik ini dibangun sejak April 2016 lalu.

Menurut Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin, GIS Kiaracondong ini memiliki kapasitas total 120 Mega Volt Ampere (2×60 MVA). GIS ini sanggup memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik untuk kota Bandung dan sekitarnya. Utamanya daerah Gedebage, Rancasagatan, Rancabolang, Cisaranten, Derwati, juga termasuk kawasan Summarecon dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

“Keberlangsungan pasokan listrik PLN mulai dari pembangkit hingga ke pelanggan ditopang oleh serangkaian kabel jaringan transmisi dan juga gardu listrik. Kemampuan kapasitas gardu listrik dalam menampung daya listrik untuk disalurkan ke pelanggan menjadi ukuran kehandalan sistem listrik di suatu area,” ujar Amir dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Senin (26/3).

Keterbatasan lahan di kota Bandung tidak menjadi hambatan bagi PLN dalam membangun GIS ini. Buktinya cukup dengan luasan lahan 0,6 hektar saja PLN sudah mampu membangun GIS yang memadukan kombinasi gardu listrik indoor dan outdoor.

“Dengan teknologi saat ini, PLN dapat memaksimalkan ketersediaan lahan di kota Bandung. Untuk gardu listrik sejenis konvensional malah memerlukan lahan hingga 2 hektar,” ujar Amir.

Selain itu, menurutnya, GIS ini memiliki kelebihan dalam hal pengamanan yang menggunakan teknologi gas sebagai media isolasi dibanding teknologi konvensional.

GIS yang baru ini sudah menggunakan gas SF6 sebagai media isolasi pada peralatan yang bertegangan, di mana peralatan-peralatan utamanya berada dalam satu selubung logam tertutup rapat.

“Ini berbeda dengan gardu listrik konvensional yang menggunakan media udara sebagai isolasi antar peralatan bertegangan,” jelas Amir.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin, melakukan peninjauan GIS Kiaracondong usai acara peresmian, Jum’at (23/3).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here