,

Peran Tech Startup Dukung Transformasi Sektor Industri

Posted by

Jakarta, Petrominer – Meski sejumlah infrastruktur yang mendukung literasi digital masih belum optimal, namun para pengusaha mengakui bahwa Pemerintah mulai membenahi bidang tersebut. Pasalnya, ketersediaan jaringan infrastruktur digital akan mendukung operasionalisasi perusahaan di bidang teknologi yang didasari sistem digital.

Hal itu diakui salah satu perusahaan binaan dari Kementerian Perindustrian, Tata Sarana Mandiri (TSM). Seperti disampaikan oleh CEO Tata Sarana TSM, Yovita Bellina yang menyatakan bahwa selama ini dukungan dari Pemerintah sudah cukup memadai.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang core technology di Indonesia, maka kami bersama Pemerintah memiliki kemampuan dan komitmen untuk membangun infrastruktur, sehingga transformasi digital itu bisa diirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” ungkap Yovita, Rabu (21/4).

Dia juga mengakui dapat merancang BTS (Base Tranceiver Station) jaringan internet sampai ke 5G. Bersama Pemerintah, pengusaha dapat merancang wifi 6 dari generasi langsung ke 6. Ini perlu peran serta Pemerintah dalam menggerakkan industri seperti TSM dan perusahaan lainnya agar bisa ikut berkontribusi membangun sarana infrastruktur yang lebih meluas lagi.

“Namun kami tidak bisa melakukan hal tersebut sendirian saja, karena apa yang dihasilkan dan diproduksi jika operator sendiri tidak mau menggunakan teknologi tersebut. Ini artinya percuma,” tegas Yovita.

Dorong Rintisan Start-Up

Sementara itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong peran perusahaan rintisan bidang teknologi (tech startup) untuk mendukung percepatan transformasi digital di sektor industri. Hal ini merupakan wujud nyata dari implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Kami di Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), selain sebagai pembina para pelaku industri kecil dan menengah (IKM), juga sekaligus pembina startup. Kami berharap tech startup ini akan menciptakan solusi inovasi teknologi, sehingga industri bisa lebih berdaya saing global,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Menurut Gati, sejak tahun 2018 pihaknya telah memiliki program pembinaan untuk pelaku startup di dalam negeri melalui gelaran Startup4industry. Dari ajang tersebut, telah ditemukan banyak talenta dan startup yang luar biasa, serta patut diperkenalkan secara global.

Salah satu startup Indonesia yang mengikuti program Startup4industry dan sukses hingga dikenal kancah dunia yakni Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB).

“Wujud nyata kebanggaan kita adalah MSMB berhasil meraih Hermes Startup Award tahun 2020 di Hannover Messe, walaupun di tengah pandemi. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menunjukkan prestasi tingkat internasional, termasuk di negara tempat lahirnya Industri 4.0,” ungkapnya.

Hingga kini, MSMB terus berinovasi menciptakan hardware dan software berbasis teknologi digital. Salah satu terobosan barunya adalah mendukung sektor pertanian yang terintegrasi, dengan menciptakan perangkat pendukung kegiatan pertanian di Indonesia. Upaya yang berkolaborasi dengan berbagai ahli ini diharapkan dapat menopang produktivitas sektor industri agro.

Contohnya, dengan implementasi Internet of Things (IoT) di tiap perangkat, sensor, mampu mengirim data ke server secara real time. Semua data dari sensor IoT pada inovasi MSMB diolah menjadi informasi yang akurat dan digunakan untuk menentukan perlakuan yang tepat dan sistem pemeliharaan, sesuai dengan data yang disajikan secara real time dalam aplikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *