, ,

Peran Pemuda dalam Percepatan Transisi Energi

Posted by

Jakarta, Petrominer – Indonesia akan menikmati suatu era yang disebut Bonus Demografi.  Di mana jumlah usia produktif diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah yakni 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa. Peluang ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan peran pemuda dalam mengembangkan dan berkontribusi aktif mensukseskan percepatan transisi energi.

Founder & CEO zonaebt.com, I Kadek Alamsta Suarjuniarta, mengatakan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), data demografi pemuda di Indonesia sesuai rentang usia antara 16-30 tahun berjumlah 61,8 juta orang atau 24,5 persen dari total penduduk di Indonesia. Secara kuantitas angka ini sangat besar.

“Ditambah lagi mulai tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang disebut Bonus Demografi,  di mana  jumlah  usia  produktif  Indonesia  diproyeksikan  berada pada  grafik  tertinggi  dalam  sejarah  bangsa  ini,  mencapai  64 persen  dari  total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa,” ujar Alamsta, Rabu (12/10).

Menurutnya, memanfaatkan bonus demografi, peran pemuda dalam transisi energi sangatlah vital. Potensi  EBT yang  dimiliki Indonesia perlu dikelola dengan kompeten agar memberi nilai tambah terhadap kesejahteraan rakyat banyak. Ini sejalan dengan salah satu topik pada Presedensi G20 Indonesia tahun 2022.

“Untuk mencapai target energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025 diperlukan peran generasi muda dalam percepatan transisi energi. Kontribusi generasi muda dalam hal ini, semangat, motivasi dan inovasi yang kita bersama perlukan dalam percepatan transisi energi,” papar Alamsta.

Hal inilah yang mendorong zonaebt.com mengadakan seminar dengan tema “Future of Leadership Milestone in Energy Transition Indonesia 2022,” pada 7 Oktober 2022 lalu. Forum ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pemerintah, pengusaha dan masyarakat umum. Ini merupakan bagian dari kegiatan dari kegiatan Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, dan Indonesia International Smart City 2022 Expo and Forum.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara Marsekal Pertama TNI Wajariman, selaku Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan, Kementerian Pertahanan; Hertiyo Sembodo selaku  Koordinator Program, Kerja Sama, Evaluasi dan Penjaminan Mutu Kementerian ESDM; dan Rauf Usman selaku Chairperson of Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia.

Wajariman menyambut baik adanya kegiatan ini. Apalagi, dia melihat ada banyak pihak yang terlibat dalam seminar.

“Bonus demografi merupakan sebuah potensi yang harus disiapkan 20 hingga 30 tahun kedepan. Hal nyata yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan seperti program bela negara, mendirikan kampus dan juga sosialisasi ke kampus diluar kementerian pertahanan, mengkonversi teknologi baru yang dibeli dari luar sesuai level kemampuan personil,” ungkap Wajariman.

Sementara Hertiyo menegaskan bahwa penyiapan sumber daya manusia menuju pemanfaatan energi terbarukan sebaiknya dimulai dari dini. Langkah ini telah dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), salah satunya memasukan kurikulum dan pembelajaran ke mahasiswa Politeknik yang berada di bawah naungan BPSDM Kementerian ESDM.

“Program dari Kementerian ESDM saat ini sudah terintegrasi, untuk pendidikan jalur formal masuk ke dalam Politeknik. Sedangkan untuk jalur informal, Kementerian ESDM bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyiapkan Balai Latihan Kerja yang menyediakan training PLTS (panel surya)  untuk wilayah Aceh, Ambon, Lombok Timur dan lain-lain”, ujar Hertiyo.

Dalam kesempatan itu, Rauf menyampaikan bahwa SRE Indonesia terus berupaya mendorong partisipasi publik agar lebih peduli dan memberikan kontribusi dalam pembangunan masa depan EBT di Indonesia. SRE melalui program-programnya mengutamakan isu perubahan iklim dan juga EBT menjadi sebuah karir ke depan.

“Melalui platform Hire, di mana tersedia pembelajaran online dasar energi terbarukan. Ke depan program tersebut akan terus dikembangkan agar bisa memberikan saran pilihan karir seperti menjadi ahli riset, entrepreneur teknisi dan sebagainya,” tegas Rauf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *