Jayapura, Petrominer – Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan apresiasi peran PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam membangun sumber daya manusia di Papua melalui olahraga sepakbola dengan pendirian Papua Football Academy (PFA). Upaya konkret ini selaras dengan amanat Presiden Jokowi pada pembukaan PON XX Papua November 2021 lalu.
Di sela-sela kunjungan kerjanya di Papua, Presiden Jokowi hadir dan meresmikan program Papua Football Academy secara langsung di Stadion Lukas Enembe, Rabu (31/8).
“Tanah Papua telah melahirkan talenta-talenta yang berbakat. Melalui Papua Football Academy, saya harap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu di bidang sepakbola. Kita juga harapkan nanti para siswa akan menjadi pemain-pemain bola yang memiliki jiwa percaya diri yang kuat, karakter yang kuat, kompetitif, sportif, juga pandai dan pintar,” ucap Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa Papua Football Academy merupakan wadah bagi putra Papua untuk menimba ilmu sepakbola sambil menjalankan pendidikan formal yang telah disiapkan. Dalam program ini, para siswa disiapkan untuk menjadi individu yang kompetitif, kreatif, dan berdaya saing.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah hadir dan meresmikan Program Papua Football Academy. Ini adalah bentuk dukungan dan perhatian yang luar biasa,” ungkap Tony Wenas.
Adapun inisiasi PTFI mendirikan Papua Football Academy terinspirasi dari kesuksesan Provinsi Papua menggelar PON XX tahun 2021, serta komitmen PTFI dalam investasi sosial membantu mengembangkan sumber daya manusia Papua, melalui olahraga sepak bola. Dengan adanya Papua Football Academy, PTFI berharap dapat mengembalikan kejayaan olahraga sepakbola di Papua, serta membangun talenta-talenta muda Papua lebih yang lebih profesional dalam dunia olahraga.

Sementara Direktur Papua Football Academy, Wolfgang Pikal, menambahkan bahwa pelatihan dalam akademi disusun dengan pertimbangan sains olahraga secara menyeluruh. Mulai dari aspek teknis sepakbola, analisis, nutrisi, psikologi dalam olahraga, fisiologi, hingga penanganan cedera. Sekolah formal dan kursus keterampilan merupakan salah satu faktor penilaian bagi perkembangan siswa serta dibawakan dengan cara pengajaran yang kreatif dan inovatif.
“Akademi dijalankan sesuai implementasi FIFA Children Safeguarding Principles, untuk memastikan kenyamanan bermain sepak bola bagi pemain usia muda,” jelas Wolfgang.
Untuk tahun pertama, sebanyak 30 putra Papua terpilih melalui seleksi pencarian bakat yang kompetitif dan transparan di tiga kota, yakni Timika, Merauke, dan Jayapura pada Juni 2022. Seluruh siswa mendapatkan beasiswa penuh untuk belajar sepak bola selama dua tahun.
Seluruh Siswa tinggal di asrama yang dikelola secara profesional dan berlatih di fasilitas terbaik di Mimika Sports Complex yang dibangun PTFI. Selain menjalani latihan sepak bola dengan baik, siswa tetap mengikuti proses pendidikan dengan nyaman di ruang belajar yang disiapkan secara khusus. Di asrama juga tersedia ruang rekreasi dan kebugaran.
Filosofi Sepak bola Indonesia (Filanesia) menjadi dasar kurikulum dari Papua Football Academy. Mengusung spirit “Dari Papua untuk Indonesia”, kehadirannya diharapkan bisa menjadi bukti kontribusi Bumi Cenderawasih bagi kemajuan bangsa.








Tinggalkan Balasan