Salah satu UMK Binaan Pertamina yang memproduksi pakaian hazmat untuk APD tenaga kesehatan dan petugas lainnya dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Jakarta, Petrominer – Dukungan PT Pertamina (Persero) untuk para Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di masa pandemi Covid-19 terus mengalir. Salah satu dukungan dalam bentuk menyerap produk Mitra Binaan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19.

“Hingga saat ini total penjualan produk UMK binaan Pertamina adaptif Covid-19 mencapai hampir Rp 20 miliar,” ungkap Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita, dalam webinar Pertamina UMK di sebuah stasiun radio beberapa waktu lalu.

Arya menjelaskan, nilai tersebut berasal dari peran 176 UMK Mitra Binaan Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia, yang mendukung bantuan Covid-19 dengan nilai bantuan rata-rata sebesar Rp 3 miliar. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui lebih dari 10.000 Produk Bantuan Dukungan, mulai daro produk multivitamin dan herbal, madu, sabun, hand sanitizer, desinfektan, masker dan barang lainnya yang mendukung upaya pencegahan Covid-19.

Menurutnya, selain dari UMK binaan, juga terdapat peran besar dari para UMK yang masuk program inkubasi Rumah BUMN (RB).

“Pertamina juga mengaktifkan sebanyak 30 Rumah BUMN yang membawahi lebih dari 9 ribu Mitra Binaan. Terutama pada 420 UMK Mitra RB yang adaptif terhadap wabah Covid-19 dengan nilai penjualan sebesar lebih dari Rp 16,8 miliar. Sehingga total penjualan UMK adaptif Covid-19 binaan Pertamina mencapai Rp 19,92 miliar,” jelas Arya.

Pertamina telah menghimpun sejumlah produk milik binaan Pertamina terutama produk yang berhubungan dengan kesehatan dan herbal. Produk-produk tersebut didatangkan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Seperti produk VCO milik Bali Pure dari Buleleng Bali dan Farida Intan dari Yogyakarta. Madu Mellifera milik Madu Center Indramayu, gula aren Yu Sugar dari Tasikmalaya, serta produk jahe merah murni milik CV N&N International, cardamom Rumah Rempah Noni, beras organik dari Prabu Batik dan PT Kaltim Utama Mandiri Sukses masing-masing dari Jakarta dan Bekasi.

Selain sebagai upaya dukungan kepada tenaga kesehatan, pelibatan UMK binaan dalam program ini sekaligus untuk membantu para UMK. Yakni dengan menyerap produk para UMK sehingga mereka juga turut adaptif di masa pandemi.

Tidak hanya itu, Arya juga menyampaikan bahwa melalui Program Pendanaan UMK, Pertamina ingin menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here