Surabaya, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mmineral (ESDM), Sudirman Said, menegaskan bahwa Pemerintah terus mengkaji rencana penghapusan subsidi solar. Untuk itu, Pemerintah akan melakukan pendataan yang benar-benar valid agar tepat sasaran.

Pemerintah mempertimbangkan penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp1.000 per liter tanpa harus menaikkan harga jual. Rencananya pencabutan subsidi itu akan dibahas bersama Komisi VII DPR RI dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2016.

“Kalau ada ruang penggeseran subsidi solar sedang kita pertimbangkan. Subsidi solar Rp16 triliun besar sekali bisa kita gunakan untuk membangun Indonesia Timur,” ujar Menteri ESDM di sela-sela Rapat Koordinasi Kehumasan Lintas Kementerian di Surabaya, Jum’at (1/4).

Menurut Sudirman, saat ini pemerintah masih perlu mengevaluasi pola penyaluran subsidi, nilai subsidi, dan pelaksanaan subsidi solar. Setelah perubahan pola subsidi solar disortir dan dievaluasi kemudian akan dibahas dalam forum APBN Perubahan 2016 di DPR.

“Saat ini pemerintah belum mengambil posisi apapun terkait itu. Nanti akan di bahas dalam forum APBN. Tepat sasaran atau tidak akan ditentukan dalam mekanisme di APBN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan penghapusan subsidi solar akan digeser ke sektor yang lebih produktif terutama untuk mengembangkan energi baru terbarukan guna melistriki desa-desa di Indonesia Timur yang belum tersentuh listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here