Stand Meter Jargas di Kota Pekanbaru, Riau.

Pekanbaru, Petrominer – Masyarakat Kota Pekanbaru, Riau, yang menikmati gas bumi melalui program pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) terus bertambah. Sebanyak 5.077 sambungan rumah (SR) telah dibangun Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dalam tahun anggaran 2020. Gas pun mulai mengalir ke rumah-rumah penduduk secara bertahap.

“Pengaliran gas dimulai pertengahan Oktober 2020 lalu secara bertahap. Kita harapkan secepatnya seluruh rumah sudah teraliri gas sehingga masyarakat dapat menikmati bahan bakar yang murah ini,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso, saat melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Tangkerang Tengah, Kota Pekanbaru, Rabu (11/11).

Menurut Alimuddin, pembangunan jargas tahun 2020 di Kota Pekanbaru berlokasi di tiga kecamatan, yaitu Sukajadi, Marpoyan Damai dan Senapelan. Selain membangun infrastruktur, Kementerian ESDM juga melengkapinya dengan kompor gas.

Dengan pembangunan 5.077 SR jargas di tahun 2020, total jargas yang telah dibangun di Kota Pekanbaru mencapai 12.060 SR. Sebelumnya tahun 2015 telah dibangun 3.713 SR dan tahun 2017 sebanyak 3.270 SR.

Dalam kunjungan lapangan ke rumah penduduk dan fasilitas stasiun gas di Kelurahan Tangkerang Tengah, Alimuddin berkesempatan berdiskusi dengan masyarakat yang telah menikmati gas bumi. Salah satunya adalah Haposan (41).

“Pakai jargas ini lebih murah daripada LPG. Kita juga tidak perlu repot lagi membeli ke warung kalau LPG habis,” katanya kepada Haposan.

Alimuddin juga berpesan agar masyarakat merawat fasilitas ini dan apabila ada kendala, dapat segera menghubungi pengelolanya.

Mewakili masyarakat, Haposan pun mengucapkan terima kasih atas pembangunan jargas di daerahnya. Dia senang karena gas bumi mengalir 24 jam dan harganya relatif murah. Sebelumnya, per bulan dia menggunakan LPG 3 kg sebanyak dua tabung.

Agar mendapatkan harga LPG sesuai HET, Haposan mengaku harus membelinya di pangkalan.

“Kalau di pangkalan kan harus antri, tapi kita belinya seharga Rp 18.000. Di warung harganya bisa mencapai Rp 25.000. Dengan pakai jargas, perkiraan biaya yang harus saya bayar sekitar Rp 20.000, sesuai pemakaian,” ungkapnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024, pembangunan jargas termasuk salah satu proyek strategis nasional. Ini merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas untuk dalam negeri, mengurangi impor LPG sebesar 603.720 ribu ton per tahun, penghematan subsidi LPG sebesar Rp 297,55 miliar per tahun, serta menghemat pengeluaran energi masyarakat Rp 386 miliar per tahun. Jargas juga bermanfaat mengurangi defisit neraca perdagangan migas mencapai Rp 2,64 triliun per tahun.

Kebutuhan gas untuk jargas relatif kecil. Volume sebanyak 0,1 mmscfd dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan 10.000 SR. Oleh karena itu, Pemerintah terus mendorong pembangunannya agar jumlah masyarakat yang dapat menikmati manfaatnya semakin besar.

Kriteria suatu kota agar dapat dibangun jargas adalah ketersediaan suplai gas, ketersediaan infrastruktur gas dan adanya pasar. Hingga akhir tahun 2019, jargas yang telah terbangun mencapai 400.269 SR di 17 provinsi yang tersebar di 49 kabupaten/kota.

Pada tahun 2020, Pemerintah membangun jargas sebanyak 127.864 SR di 23 kabupaten/kota. Awalnya, Pemerintah berencana membangun 266.070 SR dengan anggaran sebesar Rp 3,029 triliun. Namun lantaran pandemi Covid-19 membutuhkan penanganan yang serius dan dari sisi anggaran, diperlukan adanya refocusing anggaran untuk membantu penanggulangan wabah tersebut, maka pembangunan jargas berubah menjadi 127.864 SR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here