SKK MIGAS Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menginisiasi sebuah karya buku sebagai literasi sosial di wilayah industri hulu migas.

Jakarta, Petrominer – SKK MIGAS Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menginisiasi sebuah karya buku sebagai literasi sosial di wilayah industri hulu migas. Melalui buku ini, bisa dilihat lebih jauh kondisi sosial masyarakat di sekitar areal industri hulu migas.

Secara simbolis, buku tersebut telah dilaporkan dan diserahkan kepada jajaran manajemen SKK Migas. Kepala Perwakilan Sumbagut, Rikky Rahmad Firdaus, secara langsung menyerahkan buku tersebut kepada Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, untuk selanjutnya disimpan di Perpustakaan SKK Migas.

Tidak hanya itu, buku tersebut juga telah menyebar ke sejumlah tempat seperti Perpustakaan SKK Migas, MIGAS Centre di empat Provinsi Wilayah Sumbagut untuk menjadi bahan literasi para mahasiswa di Universitas Andalas (Aceh), Universitas Malikul Shaleh (Aceh), Universitas Putra Batam (di kepulauan Riau), Universitas Islam Riau (di Riau).

Rikky menjelaskan, sumber tulisan buku berasal dari hasil karya penelitian 25 mahasiswa bidang sosial dari tujuh Universitas yang merupakan implementasi program bersama KKKS di bawah Departemen Humas-KKKS Sumbagut dengan tajuk “Studi Penelitian dan Karya Tulis Mahasiswa”. Penyusunan buku ini merupakan bagian dari rencana kerja Tahun 2021 bagian Pendidikan dari kontribusi 11 KKKS di wilayah Sumbagut.

“Penelitian dilakukan pada masyarakat di 17 Desa yang tersebar di 12 Kabupaten Wilayah Operasi KKKS di Provinsi Aceh, Sumut, Riau, dan Kepulauan Riau. Dengan tema etnografi, penelitian ini bertujuan untuk memotret dinamika kehidupan dan kearifan tradisional masyarakat lokal serta membangun image inklusif,” ungkap Rikky, Minggu (31/7).

Penyerahan Buku Etnografi secara simbolis dilakukan oleh Kepala Perwakilan Sumbagut, Rikky Rahmad Firdaus, kepada Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.

Program ini bekerjasama dengan Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Pengda Riau dan tujuh universitas ternama serta MIGAS Centre. Melalui kerja sama ini, dilakukan proses rekrutmen, bimbingan pelatihan dan fasilitasi pendampingan penelitian hingga terbit buku dan juga artikel-artikel ilmiah di Jurnal nasional dan international.

“Tim akan melakukan bedah buku dan diskusi secara terbuka untuk membahas hasil penelitian mahasiswa tersebut. Kami berharap dari buku ini akan ditemukan solusi dan langkah-langkah baik untuk membangunan daerah dari Industri Hulumigas,” paparnya.

Bedah buku akan dilakukan pada bulan Agustus dan akan dihadiri oleh mahasiswa, KKKS, Aparat pemerintah daerah dan kota di wilayah Sumbagut dan Manajemen SKK Migas.

“Kami juga berharap buku ini bisa menjadi acuan dan barometer SKK Migas perwakilan yang lain, untuk sama-sama membangun Industri hulu migas dengan pendekatan Etnografi,” ujar Rikky.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menanggapi karya ini dan menyarankan jajaran pimpinan KKKS perlu memahami masyarakat dan kearifan lokal masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas sebagai bagian dari rencana portofolio investasi.

“Buku ini bisa bisa menjadi souvenir khas bagi SKK Migas dan juga KKKS untuk para stakeholder,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here