Batam, Petrominer – Pasca Lebaran 1440 H, peningkatan penyaluran LPG bersubsidi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) masih berlanjut. Periode 7 hingga 11 Juni, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali menambah pasokan 58.986 tabung per hari. Ini meningkat hampir 12 persen dibandingkan konsumsi normal.

Menurut Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, peningkatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan LPG di wilayah Kepri. Ini melanjutkan program penambahan sebelumnya.

“Guna memenuhi kebutuhan masyarakat, kami telah menambah penyaluran LPG 3kg sehingga total penyaluran dari tanggal 1-11 Juni sebanyak 549.360 tabung,” ujar Roby, Rabu (12/6).

Peningkatan penyaluran juga dilakukan pada pekan pertama lebaran. Periode 1 sampai 6 Juni, penambahan penyaluran elpiji 3 kg mencapai 9 persen diatas kondisi normal. Penyalurannya setara dengan 58.000 tabung per hari.

Satgas Pertamina pun terus meningkatkan pengawasan distribusi LPG. Misalnya, pada Selasa (4/6) dilaksanakan peninjauan ke tiga agen yang berada di Kabupaten Tanjung Pinang untuk memastikan kelancaran distribusi dan keamanan stok LPG bersubsidi.

Satgas kembali menekankan pada pangkalan untuk tidak menjual LPG 3 kg kepada pengecer. Serta membatasi pembelian LPG bersubsidi dua tabung per KTP, untuk mengantisipasi pembelian berlebih oleh pengecer.

“Kami menghimbau agar warga tidak mudah termakan isu kelangkaan. Bila muncul isu kelangkaan, biasanya warga panik sehingga menumpuk stok elpiji melebihi kebutuhan. Penumpukan seperti ini yang biasanya memicu antrian di pangkalan,” tutur Roby.

Untuk memastikan dapat memenuhi kebutuhan LPG bersubsidi, Pertamina juga mengantisipasi dengan memperkuat ketahanan stok LPG. Rata-rata stok yang tersedia di Depot LPG Tanjung Uban, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 18 hari ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here