Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerima usulan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dari PT Shell Indonesia. Namun hingga kini, usulan tersebut masih dievaluasi.

Usulan kenaikan harga yang diajukan Shell sesuai dengan kebijakan baru yang membuat badan usaha tidak bisa melakukan perubahan harga BBM non-subsidi seenaknya. Kementerian ESDM juga telah menetapkan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi hanya bisa dilakukan sebulan sekali. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 21 Tahun 2018 tentang Perubahan Keempat atas Permen ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, yang diterbitkan awal April 2018 lalu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa dalam standar operasi yang telah ditetapkan, badan usaha paling cepat mengajukan kenaikan harga ke pemerintah setiap bulan. Dengan begitu, Kementerian ESDM menunggu badan usaha mengajukan kenaikan harga setiap bulanya.

‎”Kan di sop kita itu setiap bulan paling cepet mereka bisa mengajukan ke kita kalau ada perubahan harga, jadi kita tunggu dalam waktu sebulan ini,” ‎kata Djoko saat menghadiri peringatan ulang tahun Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas), Selasa (15/5).

Menurutnya, ketentuan tersebut bertujuan agar kenaikan harga BBM non subsidi tidak terlalu sering dilakukan. Sebelum adanya pengaturan waktu pengajuan kenaikan atau harga bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.

Djoko juga mengungkapkan bahwa setiap pengajuan kenaikan harga oleh badan usaha tidak langsung dikabulkan oleh Kementerian ESDM. Pasalnya, akan dilakukan perhitungan menggunakan formula dan evaluasi terlebih dahulu dampak ken‎aikannya.

Seperti usulan kenaikan harga yang telah diajukan Shell. Usulan tersebut saat ini masih dalam evaluasi. Untuk kenaikan harga akan dihitung berdasarkan formula dan dampak kenaikan. Dalam evaluasi itu pun ada catatan, keuntungan dari kenaikan harga tidak akan lebih dari 10 persen.‎

Djoko tidak mau menyebutkan besaran kenaikan harga yang diajukan Shell. Persetujuan atau tidaknya kenaikan harga akan diputuskan dalam dua pekan lagi. Namun permohonan juga bisa ditolak, salah satunya dengan alasan mempertimbangkan situasi perekonomian, daya beli masyarakat, serta kondisi ekonomi riil dan sosial masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here