Jakarta, Petrominer — Energi Watch Indonesia (EWI) meminta Pemerintah agar bijak dalam menentukan kebijakan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. Apalagi, di tengah situasi dan kondisi saat ini, di mana tingkat inflasi dan harga kebutuhan pokok sedang meroket tinggi.
EWI menilai, jika Pemerintah jadi menerapkan kebijakan pemangkasan subsidi solar, dari yang saat ini Rp 1.000 per liter menjadi hanya Rp 350 per liter, maka hal itu bakal menjadi suatu keputusan yang kurang bijak. Alasannya, kebijakan pengurangan subsidi yang akan berdampak pada kenaikan harga dipercaya bakal semakin menggerus daya beli masyarakat. Apalagi di tengah situasi dan kondisi saat ini, di mana tingkat inflasi dan harga kebutuhan pokok sedang meroket tinggi.
Direktur Eksekutif EWI, Ferdinand Hutahean mengatakan, hal yang lebih menghawatirkan dari kebijakan itu jika nantinya diketok palu dalam rapat APBNP 2016 di DPR yaitu asumsi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II tahun ini diyakini tidak akan sesuai ekspektasi. Pasalnya, BBM jenis solar adalah faktor pendorong utama perekonomian, di mana kegiatan perekonomian di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sentimen harga solar.
“Tentunya akan berpengaruh kepada daya beli masyarakat, kita tahu hingga kini daya beli masyarakat belum terangkat dan belum terdongkrak karena pertumbuhan ekonomi masih sangat stagnan, bahkan cenderung menurun. Artinya pengurangan subsidi solar tentu akan berpengaruh dan hampir dapat kita pastikan dengan dikuranginya subsidi solar ini tentu harga jual solar akan naik,” kata Ferdinand, Jum’at (10/6).
Sebelumnya, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan bahwa jika nantinya rencana subsidi solar benar-benar disetujui oleh DPR, dipastikan harga solar akan tetap terjaga seperti saat ini.
“Ya diskusinya belum dibahas dan belum disepakati juga. Harga itu akan dikembalikan kepada harga keekonomian. Tetapi dengan cara diputuskan setiap tiga bulan. Dulu kita sudah memutuskan kenapa harga di April sekian, kita tahu akan ada perbedaan sedikit tapi diyakinkan supaya Juli tidak naik,” kata Sudirman beberapa waktu lalu.








Tinggalkan Balasan