Jakarta, Petrominer – PT Patra Jasa menyatakan telah berhasil menyelesaikan pembangunan RSPP Extension Covid-19 tepat waktu. Fasilitas kesehatan ini dibangun sesuai dengan standar rumah sakit pada umumnya.
Direktur Utama Patra Jasa, Dani Adriananta, menjelaskan bahwa penyelesaian pembangunan RSPP Extension Covid-19 merupakan prioritas utama dan sekaligus komitmen Patra Jasa sebagai anak Perusahaan PT Pertamina (Persero), yang mendukung penuh upaya Pemerintah dalam memerangi Covid-19.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh pihak yang terlibat, RSPP Extension Covid-19 telah selesai di bangun tepat waktu, tanggal 20 Mei 2020, sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Induk Perusahaan kami sebulan lalu,” ujar Dani dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Minggu (31/5).
Dia juga menjelaskan bahwa setelah melakukan alih-fungsi Hotel Patra Comfort Jakarta menjadi RS Darurat Covid-19 yang sudah mulai beroperasi sejak 12 April 2020, Patra Jasa kembali menerima penugasan dari Pertamina untuk mendayagunakan aset Pertamina dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dalam penanganan tanggap darurat Covid-19.
Sejak 21 April 2020, Patra Jasa mulai membangun rumah sakit di lahan sebesar 10.200 meter persegi di Lapangan Sepakbola Simprug. Rumah sakit ini merupakan extension dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Rumah Sakit dibangun dengan menggunakan bahan atau material yang mudah dipasang yaitu modular yang diproduksi di Indonesia.
“Tim ahli konstruksi Patra Jasa berpengalaman dalam membangun gedung-gedung Perkantoran, Hotel, Apartemen dan juga Rumah Sakit. Patra Jasa memastikan bahwa rumah sakit ini dibangun sesuai dengan standar RS pada umumnya,” ungkap Dani.

Sementara itu, Direktur Teknik Patra Jasa, Ferry Febrianto, menambahkan bahwa karena waktu yang diberikan cukup singkat, yaitu hanya satu bulan, Patra Jasa memutuskan membangun RS tersebut dengan konsep prefabricated-construction, yaitu menggunakan modular-system.
Menurut Ferry, sistem ini memiliki beberapa kelebihan. Antara lain, tahan gempa, pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan cepat, dan dilakukan dengan knock-down system.
“Metode konstruksi yang dipakai adalah Metode Kit Building, yaitu metode yang komponen bangunannya dibuat di pabrik untuk kemudian dirakit di lokasi. Hal ini jelas sangat membantu kami dalam proses pembangunan Rumah Sakit,” jelasnya.
Fasilitas-fasilitas kesehatan lain dibangun untuk dapat memberikan layanan yang prima, antara lain ruang dokter, ruang perawat, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi hingga ruang dekontaminasi.
Dengan selesainya pembangunan rumah sakit ini, secara pararel langsung dilakukan persiapan pemasangan alat-alat kesehatan serta persiapan tenaga medis. Rencananya beberapa hari ke depan akan dilakukan uji fungsi peralatan sehingga rumah sakit dapat segera beroperasi di awal bulan Juni.
Seluruh kegiatan pembangunan dan penyediaan alat kesehatan berada dalam pengawasan Pertamedika IHC. Demikian pula pengadaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis lainnya, termasuk penyediaan tenaga medis dan non medis, dilaksanakan oleh Pertamedika IHC.
“Semoga sinergi yang kami lakukan antar Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan sarana prasarana penanganan tanggap darurat Covid-19 ini dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan khusus Covid-19,” ujar Dani.









Tinggalkan Balasan