@Fachry Latief
Bupati Tuban, H. Fathul Huda. (Petrominer/Fachry Latief)

Tuban, Petrominer — Pemerintah telah menetapkan kota Tuban, Jawa Timur, sebagai lokasi pembangunan kilang minyak baru. Ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Tuban, seraya minta agar disinergikan dengan pembangunan daerah.

PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft Oil Company, telah menetapkan lokasi pembangunan kilang minyak baru di Tuban. Lokasi tersebut rencananya akan meliputi lahan enam desa, yaitu Desa Rawasan, Mentoso, Wadung, Remen, Kaliuntu, dan Beji. Semunaya berada di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur.

Untuk mewujudkan target Swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah melalui Pertamina telah mengambil insiatif untuk mengembangkan kapasitas produksi empat kilang minyak, yakni RU V Balikpapan, RU VI Balongan, RU IV Cilacap, RU II Dumai. Tidak hanya itu, Pertamina pun ditugasi untuk membangun dua kilang minyak baru di Tuban dan Bontang, Kalimantan Timur.

“Pemerintah Kabupaten Tuban serta masyarakat dari enam desa di sekitar lokasi kilang minyak mendukung pembangunan mega proyek kilang minyak baru di Tuban. Ini merupakan mega proyek strategis bagi bangsa dan masyarakat Indonesia dalam mewjudkan Swasembada Bahan Bakar Minyak,” ujar Bupati Tuban, Fathul Huda, kepada para wartawan, akhir pekan lalu.

Menurut Fathul Huda, pembangunan kilang minyak baru akan membawa dampak yang positif bagi perekonomian Kabupaten Tuban. Efek ganda tersebut akan dirasakan oleh masyarakat, mulai dari pembangunan hingga beroperasinya kilang minyak termegah dan termodern di kawasan Asia.

Pada saat pembangunan kilang minyak, paparnya, dampak ekonomi yang dirasakan adalah terbukanya peluang kesempatan kerja bagi masyarakat. Apalagi, tenaga kerja yang dibutuhkan selama pembangunan kilang minyak baru tersebut memiliki jumlah yang signifikan.

Untuk itu, Fathul Huda minta agar masyarakat di sekitar lokasi pembangunan kilang minyak harus menjadi prioritas Pertamina dalam penyerapan tenaga kerja. Hal ini dimaksudkan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Tuban.

“Efek ganda yang juga akan dirasakan oleh masyarakat adalah terbukanya peluang usaha bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan para tenaga kerja. Sentra-sentra ekonomi juga akan tumbuh di sekitar lokasi kilang minyak,” tegasnya.

Tidak hanya di bidang ekonomi, di bidang pendidikan pun juga akan dirasakan oleh masyarakat. Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina pun telah menjanjikan akan memberikan bea siswa dan pelatihan bagi para pelajar di Tuban.

“Diharapkan nantinya akan ada tenaga trampil di bidang perminyakan dari Tuban,” ujar Bupati Tuban.

Jaga Investasi

Selama ini, menurutnya, pendapatan masyarakat di Tuban didominasi dengan pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan. Tentu budaya yang ada selama ini seputar hal tersebut di atas. Dengan dibangunnya kilang minyak di Tuban, maka akan ada pergeseran budaya.

“Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kemajuan masyarakat Tuban. Kondisi ini ditanggapi sebagai tanggung jawab dari semua pihak terkait,” ujar Fathul Huda.

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban memiliki semangat dan komitmen tambahan yaitu bagaimana bersama rakyat membangun budaya dalam menjaga investasi nasional dan internasional yang masuk ke Tuban. Membangun ekonomi Tuban bukan hanya tanggung jawab para pebisnis tapi juga budayawan. Pasalnya, budayawan turut membangun budaya dan mental masyarakat Tuban seperti membangun budaya rajin bekerja, disiplin tinggi, bekerja dengan hati dan menghasilkan sesuatu yang konsisten dan presisi.

“Menghargai perbedaan, jika melihat perbedaan maka akan ada satu kesamaan yaitu saling mendukung untuk kebaikan bersama. Dan yang paling penting untuk disadari adalah Tuban sudah mencanangkan diri sebagai kota bertaraf internasional, dengan adanya kilang minyak di Tuban dan hadirnya para profesional bertaraf internasional,” ungkap Bupati Tuban.

Foto bersama usai memberi keterangan kepada para wartawan mengenai pembangunan kilang miyak di Tuban. Kiri ke kanan: Project Coordinator NGGR Tuban Amir Siagian, Sekretaris Daerah Tuban Budi Wiyana, Bupati Tuban Fathul Huda, Anne, Sentot, dan Danke Drajat. (Petrominer/Fachry Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here