Seorang Petugas PLTGU Muara Karang saat melakukan kontrol di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta, Rabu (31/7). (Petrominer/ Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus melakukan pengembangan dan pembangunan lebih lanjut di Unit Pembangkitan Muara Karang (UP MKR). Ini dilakukan untuk mendukung keandalan kelistrikan di Jawa, khususnya DKI Jakarta.

Pembangkit listrik ini dikelola oleh anak perusahaan PLN, yaitu PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali). Memiliki total kapasitas 1.600 MegaWatt (MW) yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap 4-5 (PLTU 4-5), Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap Blok I (PLTGU Blok I) dan PLTGU Blok II.

“Sampai saat ini, UP MKR dalam proses pembangunan PLTGU Blok III kapasitas 500 MW, di tahun 2020 masuk system. Hingga saat ini, kebutuhan DKI Jakarta sebesar kurang lebih 5.500 MW, 30 persennya dipasok oleh Muara Karang,” ujar General Manager PJB UP MKR, Rahmat Azwin, saat mendampingi sejumlah jurnalis foto dalam acara Media Photo Hunting di UP MKR, Rabu (31/7).

Mulai beroperasi tahun 1978, jelas Rahmat, UP MKR terus berkembang. Hingga saat ini, setiap tahunnya berhasil membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

“Dalam pengelolaannya, kegiatan operasi dari UP Muara Karang ini memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah mampu menjaga kesiapan ketersedian, EAF 90,81 persen,” paparnya.

Sementara itu, Vice President Public Relations PLN, Dwi Suryo, menyampaikan bahwa UP MKR berperan besar terhadap listrik di tempat-tempat VVIP di DKI Jakarta. Hal ini mendorong pihak pengelola untuk tetap menjaga keandalannya dalam memasok listrik selama 7 hari 24 jam.

“UP Muara Karang ini berperan sangat penting dalam kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta karena selain Istana Negara, UP Muara Karang juga menyuplai kelistrikan tempat VVIP lainnya seperti Gedung MPR/DPR, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusama, Stasiun MRT dan lainnya,” kata Dwi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here