, ,

Peluang Kerja Sama Bisnis Non-Fuel Retail di SPBU

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan bisnis Non-Fuel Retail (NFR) melalui jaringan SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia. Inovasi ini dilakukan Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Menurut Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, dalam pengembangan bisnis NFR ini, Pertamina Patra Niaga terus membuka peluang atau berkolaborasi dengan para mitranya. Tentunya, untuk mencari dan mengembangkan bisnis baru.

“Bisnis NFR ini adalah upaya pengembangan SPBU menjadi one stop service. Bisnis NFR ini pun merupakan bisnis yang potensial, baik bagi Pertamina maupun mitra bisnis, serta bagi SPBU itu sendiri,” ungkap Mars Ega, Kamis (20/10).

Dia menyebutkan, sudah ada lebih dari 90 mitra nasional dan internasional, serta 1.400 mitra lokal dan UMKM yang bekerjasama mengembangkan bisnis NFR di SPBU Pertamina. Saat ini, total ada hampir 19 ribu outlet NFR yang sudah beroperasi di seluruh jaringan SPBU Pertamina yang jumlahnya mencapai 6.000 di seluruh Indonesia, dan angka ini masih bisa dikembangkan lagi.

“Jaringan SPBU Pertamina dan Pertashop bisa menjadi kesempatan bagi para mitra atau pelaku usaha dalam melakukan penetrasi bisnis yang mereka lakukan di wilayah baru. Apalagi, SPBU Pertamina ini ada dari Sabang sampai Merauke,” ujar Mars Ega.

Sebagai komitmen pengembangan bisnis NFR di SPBU, menurutnya, Pertamina sedang menyiapkan skema-skema kerja sama yang menguntungkan. Salah satunya adalah jika sudah memiliki izin usaha SPBU, maka akan terbuka peluang untuk mengembangkan bisnis lainnya di SPBU tersebut.

“Ini adalah keseriusan Pertamina Patra Niaga dakan mengembangkan potensi layanan one stop service di SPBU. Sebagai komitmen, Pertamina Patra Niaga akan menuangkan semangat kolaborasi ini dalam bentuk pakta kolaborasi dengan mitra-mitra bisnis pada acara Pertamina Tenants Day, karena ke depan, bisnis NFR akan kami terus perluas dan kembangkan,” ujar Mars Ega.

Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhammadiyah, menyambut baik rencana pengembangan bisnis NFR di SPBU. Menurutnya, potensi pasar NFR di SPBU  ini sangat baik karena strategisnya lokasi SPBU.

“Di negara maju, bisnis NFR ini bisa menyumbang 30 sampai 40 persen pendapatan bagi SPBU tersebut, karena yang dijual pada bisnis NFR ini adalah kebutuhan-kebutuhan masyarakat, misal minimarket atau café. Karena inilah Hiswana Migas menyambut baik pengembangan NFR di SPBU,” tegasnya.

Direktur PT Birotika Semesta (DHL Express), Rocky Joseph, turut membeberkan alasan keuntungan bisnis NFR di SPBU Pertamina. Apalagi, bisnis logistik dan ekspedisi seperti yang dia tekuni.

“Pertama akses, lokasinya mudah dijangkau bahkan di jalan utama. Kedua keamanan, karena cenderung ramai jadi mengurangi potensi kecurian atau perampokan. Ketiga adalah lahan parkir karena gabung dengan SPBU, belum lagi jika konsumen kami ada kebutuhan sekaligus untuk mengisi BBM atau beli makan dan minum di convenience store,” pungkas Rocky.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga membuka peluang sebesar-besarnya dalam mengembangkan bisnis NFR di SPBU. Bisnis yang sudah berjalan antara lain minimarket, café, autocare, dan media advertising. Terbuka juga peluang kerja sama untuk ekosistem kendaraan listrik seperti Charging Station atau Battery Swapping Station, serta kerja sama di bidang digital dan aplikasi yakni melalui program loyalty MyPertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *