Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga masyarakat dapat tetap menikmati listriknya.

Jakarta, Petrominer – Bekerja di tempat ketinggian dengan resiko tinggi demi mengamankan listrik Nusantara. Bahkan nyawa bisa jadi taruhannya. Itulah misi yang diemban para anggota pasukan khusus PT PLN (Persero), yakni Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan).

“Pasukan khusus ini bertugas memelihara tower listrik. Mereka kerap dihadapkan dengan arus listrik yang sangat kuat. Meski demikian, pemelihaaraan harus tetap dilakukan guna menjaga kehandalan suplai listrik bagi masyarakat,” ujar Vice President Public Relations PLN, Dwi Suryo Abdullah, Sabtu (10/8).

Pasukan khusus ini telah dilatih untuk melakukan pemeliharaan, perbaikan atau penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan jaringan yang sedang beroperasi. Kenapa tidak dipadamkan? Tujuannya satu, yakni agar para pelanggan dapat terus menjalankan aktifitasnya tanpa khawatir listrik dipadamkan sementara.

Hingga Agustus 2019, jelas Suryo, PLN memiliki sebanyak 1.321 personil PDKB yang tersebar se-Indonesia. Pasukan ini terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra Tinggi (TET) dan Tegangan Tinggi (TT) sebanyak 351 personil, serta Tegangan Menengah (TM) sebanyak 970 personel.

Para anggota pasukan khusus ini tentunya memiliki berbagai sertifikasi, diantaranya sertifikasi internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex Ritz Brazil, sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM terkait bidang dan level kompetensinya

Selain itu, mereka juga memiliki pedoman K3 atau kesehatan, keamanan dan keselamatan dalam bekerja berupa K3 Personil, K3 Peralatan dan K3 Instalasi. K3 personil memakai peralatan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu Wear pack  (pakaian kerja), Conductive suit complete, Conductive shoes, Helm, Safety shoes, Safety gloves, Safety glasses, Lanyard, Harnes, Handy Talky, Rompi Pengawas pekerjaan, Rompi Pengawas K3, termasuk melakukan General Check Up dan dinyatakan lulus untuk bekerja.

Menurut Suryo, setiap tahun, para personil PDKB bertemu dalam sebuah latihan bersama. Konvensi PDKB ini bertujuan untuk saling berbagi ilmu keterampilan lapangan dalam meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.

Kegiatan tahunan ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi PDKB yang jatuh bersamaan dengan Hari Pahlawan yaitu setiap tanggal 10 November, dan tahun ini PDKB akan berumur 24 tahun. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari tim PDKB unit PLN seluruh Indonesia dengan menghadirkan 3 orang dari setiap Unit Area.

“Kegiatan konvensi ini diharapkan dapat merefresh kembali kondisi tim PDKB dan menumbuhkan rasa solidaritas terhadap lingkungan dan kerjasama dalam tim PDKB serta dukungan terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here