Manado, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong memastikan semua fasilitas pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Lahendong aman pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di lautan utara pulau Sulawesi, Kamis malam (21/1). Titik episentrum gempa yang terjadi pukul 19.23 waktu setempat itu berjarak sekitar 478,89 km dari kota Manado dan berjarak sekitar 465 kilometer dari Ternate, Maluku Utara.

Menurut General Manager PGE Area Lahendong, Chris Toffel A.E.P, sesaat setelah dirasakan gempa, pihaknya langsung melakukan monitoring terhadap seluruh fasilitas produksi dan penunjang yang dikelola terkait pembangkitan listrik. Dan sesaat setelahnya, dipastikan seluruhnya dalam kondisi aman dan handal.

“Dengan tetap menerapkan protocol kesehatan, kami tetap bekerja optimal dalam menjaga kehandalan operasional pasokan uap dan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, sehingga puji syukur kami sampaikan pasokan listrik dari PGE Area Lahendong kami pastikan aman pasca gempa sulut tadi malam,” ujar Chris Toffel, Jum’at (22/1).

PLTP yang dikelola PGE Area Lahendong merupakan salah satu “backbone” dalam suplai listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Saat ini, pembangkit listrik itu mampu menghasilkan listrik sebesar 120 megawatt (MW), yang berkontribusi sekitar 25-30 persen dari kebutuhan listrik masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

PGE Area Lahendong beroperasi di wilayah Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Wilayah ini termasuk pada wilayah yang merasakan gempa tersebut. Laporan BMKG menyebutkan bahwa gempa dirasakan warga di Kota Manado, Minahasa, Sangihe, Talaud, Bitung, Tomohon, dan Bolaang Mongondow Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here