Partisipasi BRIN dan BPDPKS di Expo 2020 Dubai

0
917
Pesawat udara nirawak (PUNA) produksi BRIN yang dipamerkan di area rolling exhibition, Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai.

Dubai, Petrominer – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) juga ikut memperkenalkan inovasi terbarunya di Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai. Sebelumnya, Indonesia memperkenalkan keanekaragaman hayati, potensi hutan Indonesia, serta kemajuan riset dan inovasi Indonesia.

Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia, Didi Sumedi, menjelaskan bahwa Expo 2020 Dubai merupakan perhelatan kelas dunia yang diadakan setiap lima tahun sekali. Melalui kesempatan ini, Indonesia memperkenalkan potensi pariwisata, menjalin kerja sama perdagangan internasional, dan menarik investasi dari penjuru dunia.

“Setiap minggunya berbagai Kementerian, Lembaga, dan Pemda hadir mengadakan forum bisnis untuk lebih jauh mengenalkan potensi Indonesia kepada dunia,” ungkap Didi, Kamis (21/10).

Selama seminggu, 15-21 Oktober 2021, BRIN memperkenalkan inovasi satelit mini berukuran kurang dari 1 meter yang dapat berfungsi selayaknya satelit pada umumnya. Satelit bernama satelit Lapan A4 dan Lapan A5 ini diharapkan bisa mengorbit tahun 2023.

Satelit Lapan A4 dapat membantu pengembangan sistem keamanan kelautan hingga pelacakan jalur kapal, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan antar kapal. Sementara Satelit Lapan A5 akan difungsikan sebagai perangkat mitigasi bencana di daerah rawan bencana, terutama untuk mendeteksi potensi tsunami.

“Satelit Lapan A4 dan Lapan A5 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengutamakan riset dan inovasi, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sekitar 71 persen Kawasan Indonesia adalah lautan. Dengan adanya satelit-satelit ini, kita bisa menjaga keamanan laut dan menyelamatkan banyak orang karena adanya mitigasi bencana,” kata Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko.

Selain memperkenalkan satelit micro, para pengunjung juga dapat melihat replika satelit dengan ukuran asli (1:1) dan juga beberapa replika pesawat udara nirawak (PUNA) yang dipamerkan di area rolling exhibition, Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai.

Pesawat udara nirawak ini terdiri dari dua jenis, yaitu PUNA Alap-alap yang dapat menempuh jarak terbang hingga 100 km dan dapat digunakan untuk pemetaan serta pemantauan sebuah wilayah, dan PUNA Elang Hitam yang mampu terbang sejauh 250 km yang digunakan untuk pengintaian, kegiatan intelijen dan dapat dipersenjatai.

Bersama BRIN, BPDPKS hadir dengan mengadakan berbagai forum bisnis, penawaran investasi dan kegiatan interaktif lain. Salah satu fokus BPDPKS dalam keikutsertaan di gelaran Expo 2020 Dubai ini adalah memamerkan hasil dari program nyata yang telah dilakukan untuk berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan.

“Pemerintah Indonesia memposisikan perkebunan kelapa sawit sebagai bagian penting dalam komitmen Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca. Kami menyambut berita baik tersebut, sejalan dengan semangat BPDPKS menciptakan masa depan Indonesia dan dunia yang lebih baik,” ujar Direktur BPDPKS, Eddy Abdurrahman.

BPDPKS menargetkan peluang ekspor produk kelapa sawit dan turunannya ke negara lain khususnya di kawasan teluk (Gulf country). Hal tersebut diimplementasikan dengan adanya partnership agreement antara PT Danu Arundaya Rajaswa Ulung dan House of Indonesia di Dubai, yang akan memfasilitasi kegiatan pemasaran produk kelapa sawit dan turunannya.

Perjanjian ini juga merupakan langkah nyata BPDPKS mengimplementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA) awal bulan lalu di Bogor, Jawa Barat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here