Jakarta, Petrominer – Slogan “Semua Bisa Untung” yang diangkat dalam sebuah iklan toko online mungkin bisa juga dipakai oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero). Bagaimana tidak, sejak memakai gas bumi PGN, para konsumen mengaku bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dari biasanya.
Bukan hanya konsumen, Negara juga mendapat banyak untung dengan adanya kenaikan pemakaian gas bumi, baik di sektor transportasi, industi, usaha kecil menengah (UKM) maupun rumah tangga. Dan yang sudah pasti untung dari kenaikan konsumsi gas bumi tentunya adalah PGN-nya sendiri.
Karena itulah, dengan memakai gas bumi, semua pihak bisa mendapatkan keuntungan. Baik secara langsung maupun melalui penghematan karena memakai gas bumi. Dengan kata lain, “Pakai Gas Bumi, Semua Bisa Untung”
Bagi Pemerintah, pemanfaatan gas secara langsung oleh masyarakat akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, menyebutkan bahwa penggunaan gas bumi untuk rumah tangga melalui jaringan gas (jargas) sebagai pemanfaatan langsung APBN oleh masyarakat, terutama lapisan menegah ke bawah. Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar dana APBN digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain menghemat APBN, pemanfaatan gas secara langsung ini akan menghemat pengeluaran rumah tangga dibandingkan pemakaian LPG 3 kg. Dengan perhitungan, tiap rumah tangga hanya mengeluarkan sekitar Rp 36 ribu per bulan jika menggunakan gas bumi. Sedangkan apabila menggunakan LPG 3 kg, diperlukan biaya Rp 52-57 ribu per bulan.
Keberadaan jargas juga telah mempermudah para ibu rumah tangga dalam menjalankan kebutuhan berumah tangga. Kini, para ibu-ibu tidak perlu khawatir mau masak jam berapapun, karena gasnya tidak akan habis dan mengalir selama 24 jam.
Sementara bagi PGN, peningkatan konsumsi gas justru akan menambah lagi pundi-pundinya. Sampai 30 September 2017, BUMN ini mencatat pendapatan sebesar US$ 2,16 miliar. Di mana, penjualan gas memberi kontribusi terbesar, yakni US$ 1.793,5 juta.
Inilah yang mendorong PGN terus berinovasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai sektor usaha. Salah satunya pendistribusian gas bumi dapat dilakukan tanpa melalui pipa gas bumi.

Kini, para pelaku usaha seperti industri menengah, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, UKM dan lainnya bisa segera menikmati gas bumi dari PGN. Untuk menggunakan sumber energi yang efisien dan bersih itu, mereka juga tidak harus menunggu pembangunan pipa gas ke lokasinya.
PGN, melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia, memiliki produk baru yakni Gaslink. Di mana, gas bumi diproses menjadi Compressed Natural Gas (CNG) kemudian didistribusikan dengan kendaraan bermotor untuk diantar langsung pelanggan.
“Langkah ini sebagai cara PGN untuk mendistribusikan gas bumi untuk wilayah-wilayah yang belum ada jaringan pipa gas bumi,” kata Director of Commerce PGN, Danny Praditya.
Menurut Danny, produk baru ini merupakan bagian dari transformasi PGN. Kini, BUMN ini tidak hanya sebagai perusahaan jasa pendistribusian gas bumi saja, melainkan juga sebagai perusahaan yang memberikan solusi penyediaan energi terintegrasi di seluruh mata rantai pemanfaatan gas bumi di Indonesia.
Dengan konsep 360 degree solution, PGN menjadi penyedia solusi terintegrasi pemanfaatan gas bumi yang menyeluruh mulai dari penyediaan gas bumi, solusi infrastruktur gas, utilisasi gas serta jasa pendukung seperti jasa operasi dan pemeliharaan, sistem ICT terintegrasi, layanan engineering dan lainnya. Ini merupakan solusi menyeluruh dalam siklus pemanfaatan gas bumi.
Dia memberi contoh ada beberapa pusat perbelanjaan yang menyatakan ingin sekali pakai gas bumi tapi pipa gas bumi belum sampai ke wilayahnya. Untuk itulah, PGN memberikan solusi dengan memasok gas bumi melalui CNG Gaslink.
Tak heran jika kini, sudah ada beberapa pusat perbelanjaan di kota Jakarta maupun Bogor yang menggunakan gas bumi untuk kebutuhan memasak kebutuhan para tenant di foodcourt. Selain itu, juga terbuka pemanfaatan gas untuk peralatan lainnya di hotel yang berada dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Untuk mendukung kelancaran pasokan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PGN pun dijadikan sebagai poin of sales CNG, yang akan memproses gas bumi menjadi CNG. Lalu CNG tersebut langsung dikirim ke pelanggan.
“SPBG kami optimalkan sebagai pemasok CNG ke pelanggan. Dengan inovasi penyaluran gas bumi lebih cepat sambil menunggu pembangunan jaringan pipa gas ke pelanggan,” ujar Danny.
CNG Di Bogor
Salah satu usaha yang turut merasakan manfaat gas bumi PGN adalah Bogor Laundry. UKM yang berdiri sejak awal tahun 2010 ini sejak Agustus 2017 lalu sudah bermigrasi ke gas PGN. Banyak manfaat yang didapat dibandingkan ketika masih menggunakan bahan bakar lainnya.
“Awalnya kami menggunakan LPG (Liquified Petroleum Gas) untuk operasional, tetapi karena pasokan tidak stabil dan harga tidak bersahabat, makanya kami berpikir untuk migrasi ke gas alam,” kata Pemilik Bogor Laundry, Sri Derin Salihah.
Sri mengatakan, keputusan untuk beralih dari LPG ke gas bumi dilakukan pada Agustus 2017 lalu. Namun, karena tidak ada jalur pipa gas, PGN menawarkan agar usahanya menggunakan gas bumi dalam bentuk CNG.
Pemanfaatan CNG di Bogor Laundry digunakan untuk seluruh kegiatan operasionalnya. Mulai dari mencuci, pengeringan hingga setrika.

“Operasional kami 100 persen menggunakan CNG. Untuk nyuci, untuk setrika, untuk mengeringkan, jadi boiler laundry tenaganya berasal dari CNG,” katanya.
Sri menambahkan, menggunakan CNG dari PGN memberikan manfaat yang sangat besar untuk bisnis laundrynya. Selain pasokan terjamin, CNG juga murah.
Menurutnya, saat masih menggunakan LPG setiap bulannya harus mengeluarkan uang sekitar Rp 27-30 juta per bulan. Namun sejak pakai CNG, pembayarannya sekitar Rp 20 juta per bulan.
Selain Bogor Laundry, pelanggan gas bumi dari PGN di Bogor juga termasuk fasilitas publik seperti rumah sakit. Salah satu contohnya adalah Rumah Sakit Azra yang menggunakan gas bumi untuk laundri dan restorannya.
Malahan, rumah sakit ini juga berencana akan mengganti bahan bakar genset, water heater, dan kebutuhan lainnya dengan gas dari PGN. Di wilayah Bogor saat ini, sudah ada lima rumah sakit yang menjadi pelanggan PGN. Jumlah rumah sakit pengguna gas di Bogor ke depan akan terus bertambah.
PGN Mobile
Sebagai antisipasi peningkatan minat menggunakan gas bumi, PGN terus berupaya memberi kemudahan dan layanan optimal bagi konsumen maupun calon konsumen. Salah satunya adalah aplikasi PGN Mobile.
Dengan aplikasi ini, pelanggan diberi kemudahan menggunakan gas bumi dalam kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, konsumen juga dapat mengakses informasi seputar tagihan pemakaian gas.
“Kami mengharapkan seluruh pelanggan PGN dapat memanfaatkan aplikasi ini karena akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan informasi seputar PGN, termasuk calon pelanggan yang berminat untuk berlangganan gas PGN,” ujar Division Head Corporate Communication PGN, Desy Anggia.
Desy menjelaskan, pelanggan bisa mendapat informasi produk PGN lainnya melalui PGN Mobile. Aplikasi ini juga membantu pengguna mengetahui titik-titik lokasi SPBG yang tersedia.
“Manfaat lainnya, bagi masyarakat yang belum menggunakan layanan gas bumi bisa mendaftar menjadi pelanggan baru secara online,” paparnya.
Caranya, calon pelanggan yang berminat berlangganan layanan gas bumi dapat mengisi formulir yang tersedia dalam aplikasi tersebut. Namun sebelumnya, aplikasi bisa terlebih dulu diunduh di Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store bagi konsumen pengguna IOS.
Pemanfaatan teknologi ini dilakukan karena PGN menyadari suara pelanggan merupakan hal yang utama untuk terus menjadi acuan dalam pembenahan. Aplikasi yang telah dilaunching bertepatan dengan hari ulang tahun PGN pada 13 Mei 2017 lalu itu hingga kini masih terus mengalami pengembangan guna memenuhi kebutuhan pelanggan lainnya yang dinamis.
Saat ini, PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN sendiri. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.
PGN juga terus mengerjakan pembangunan proyek infrastruktur, diantaranya Distribusi Dumai, Transmisi Duri-Dumai, pengembangan jaringan Gresik-Lamongan-Tuban, pengembangan jaringan di Pasuruan, pengembangan jaringan Senayan City-Pondok Indah Mall, kawasan industri di Bekasi dan Tangerang.
PGN akan tetap agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Saat ini infrastruktur pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN mencapai lebih dari 7.450 km atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir nasional.








Tinggalkan Balasan