Salah satu bengkel otomotif yang dikelola Otoklix.

Jakarta, Petrominer  Startup layanan dan perbaikan otomotif, Otoklix, menandatangani kesepakatan dengan VinFast, produsen kendaraan listrik (EV) asal Vietnam, untuk menjadi penyedia layanan resmi bagi pelanggan merek tersebut di Indonesia. Kolaborasi ini didukung oleh perusahaan modal ventura terkemuka di kawasan Asia Tenggara, AC Ventures.

Co-founder dan CEO Otoklix, Martin Reyhan Suryohusodo, menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara di mana Pemerintah secara aktif mendukung kendaraan listrik. Namun investasi Pemerintah difokuskan pada elemen infrastruktur penting, seperti memperluas jaringan stasiun pengisian dan meningkatkan opsi pembiayaan.

“Padahal, yang tidak kalah penting adalah pengembangan layanan purna jual dan sektor perbaikan yang komprehensif untuk kelas kendaraan baru ini. Investor global juga seharusnya memikirkan masa depan pengisian baterai versus pertukaran baterai di Indonesia,” ujar Martin dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (8/7).

Menurutnya, stasiun pertukaran baterai memerlukan investasi modal yang besar dalam infrastruktur. Saat ini, NIO di China adalah contoh nyata di mana investasi besar telah dilakukan dalam teknologi ini.

“Awalnya, Tesla mempertimbangkan pendekatan ini tetapi mengurungkan niat karena biaya yang tinggi. Salah satu masalah krusial bagi investor global yang tertarik pada pasar kendaraan listrik di Indonesia adalah kejelasan regulasi tentang penjualan listrik komersial. Saat ini, semua penjualan listrik komersial harus melalui PLN, yang dapat menjadi tantangan bagi penyedia stasiun pengisian pihak ketiga,” ungkap Martin.

Lebih lanjut, dia menyatakan, seiring perkembangan teknologi kendaraan, layanan khusus seperti perawatan baterai dan manajemen perangkat lunak akan semakin diminati. Otoklix merespons hal ini dengan melakukan investasi proaktif dalam hal pelatihan dan infrastruktur. Langkah ini bertujuan untuk memposisikan perusahaan di garis depan dalam era baru ini.

Otoklix telah meluncurkan sebuah akademi khusus yang fokus pada pelatihan mekanik dalam semua aspek layanan kendaraan listrik. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengatasi kebutuhan mendesak akan tenaga kerja yang terampil dalam persyaratan khusus kendaraan listrik, dengan fokus utama pada keamanan dan keahlian teknis.

“Di akademi kami, kami mengajarkan bahwa melayani kendaraan listrik bukan hanya tentang aspek mekanis, seperti rem atau ban yang mirip dengan mobil berbahan bakar bensin, tetapi yang lebih penting adalah tentang perangkat lunak dan komponen listrik, terutama baterai,” jelas Martin.

Tidak seperti kendaraan tradisional, pemilik kendaraan tidak harus mengganti seluruh baterai pada kendaraan listrik. Ketika satu bagian baterai gagal, hanya perlu mengganti bagian tersebut, bukan seluruh baterai.

“Memastikan segel yang rapat selama proses ini sangat penting untuk mencegah kerusakan dari kelembaban atau kotoran. Ini membutuhkan keterampilan teknis, serta praktik keselamatan yang tepat. Yang sangat penting, mekanik harus memakai sarung tangan berinsulasi dan menggunakan alat khusus untuk menghindari bahaya listrik, sebuah pergeseran mendasar dari perbaikan mobil konvensional,” paparnya.

Dalam 10 tahun mendatang, seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik, Martin memperkirakan permintaan akan meningkat untuk suku cadang mobil yang sebanding dengan kualitas suku cadang asli, namun dengan harga yang lebih terjangkau.

“Ini termasuk bagian mekanis dan komponen baterai, tidak termasuk penggantian seluruh baterai. Rencana kami adalah untuk bermitra dengan perusahaan yang sudah memproduksi suku cadang ini, bukan membuatnya sendiri. Langkah ini akan memungkinkan kami menyediakan komponen-komponen ini kepada bengkel-bengkel independen, memberikan pemilik kendaraan listrik pilihan yang lebih terjangkau dan kompetitif di luar suku cadang asli,” jelasnya.

Sejak didirikan tahun 2019, Otoklix fokus mendukung bengkel independen yang melayani kendaraan berbahan bakar bensin. Pada kuartal ketiga tahun 2023, perusahaan ini melaporkan pendapatan topline yang berlipat ganda dari tahun ke tahun. Dengan memperluas jangkauannya, Otoklix tidak hanya memberdayakan jutaan bengkel tetapi juga mengoperasikan toko-toko andalannya di kota-kota besar di Indonesia.

Saat ini, kemitraan dengan VinFast terbatas pada outlet milik Otoklix ini. Sementara VinFast secara resmi telah memasuki pasar Indonesia awal tahun ini. Usai mendirikan dealer baru di Depok, Jawa Barat, VinFast akan segera membangun pabrik perakitan lokal berkapasitas 60 ribu mobil per tahun, dengan investasi US$ 1,2 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here