Jakarta, Petrominer — PT Freeport Indonesia (PTFI) bila menggunakan cara arbitrase dalam bernegosiasi justru akan mempengaruhi kegiatan operasi tambangnya di Papua. Salah satunya adalah terhentinya kegiatan operasi tambang tersebut.
Karena itulah, Pemerintah Indonesia dan PTFI diharapkan bisa segera menemukan solusi dalam proses negosiasi yang sedang dilakukan. Dan, jalan arbitrase yang direncanakan jika terjadi kebuntuan dalam proses negosiasi tidak dipilih.
Hal itu disampaikan Senior Vice President Geo Enginering PTFI, Wahyu Sunyoto, dalam sebuah forum diskusi tentang nasib Kontrak Karya Freeport, Senin pagi (20/3).
“Saya jawab sebagai geolog, harapan kami Pemerintah dan Freeport duduk bareng. Harapan kami cari solusi ke depan, saya sebagai geolog tidak berharap arbitrase,” tegas Wahyu.
Seperti dikethaui, salah satu poin yang sedang dibahas dalam perundingan antara Pemerintah Indonesia dan PTFI adalah perubahan status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Dia juga mengungkapkan, jika jalan arbitrase ditempuh maka kegiatan operasi akan terhenti. Hal ini akan mengancam kehilangan potensi produksi dan cadangan yang ada di bawah tanah.
Apalagi, kegiatan operasi produksi pertambangan bawah tanah Freeport menggunakan metode caving block, yaitu membuat ruangan-ruangan di dalam tanah, untuk mencapai cadangan bijih tembaga. Kegiatan produksi tersebut juga diikuti dengan kegiatan perawatan tambang bawah tanah. Jika kegiatan produksi terhenti maka secara otomatis perawatan juga terhenti. Sementara ruang-ruang untuk mencapai cadangan tersebut terus tertimbun tanah yang terbawa aliran air hujan.
Wahyu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Hal ini karena jika tidak dirawat, maka beban tanah di atas permukaan tersebut akan semakin banyak dan berat, membuat ruangan-ruangan tersebut akan runtuh. Sehingga cadangan yang telah ditemukan ikut tertimbun sehingga tidak bisa diproduksi.
“Cadangan harus dimanfaatkan, kalau setop tambang runtuh tidak bisa ditambang lagi, ketika ada penghentian kegiatan akan jadi runtuh, tidak bisa ditambang jadi kehilangan cadangan,” jelasnya.









Tinggalkan Balasan