Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) dan PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) berkolaborasi dalam penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Langkah ini akan mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan PLN membuka kesempatan kepada seluruh pihak untuk dapat mengambil peran dalam percepatan implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Salah satunya adalah dalam penyediaan infrastruktur pengisian listrik, seperti SPKLU.
“PLN menyiapkan tiga model bisnis pengembangan penyediaan SPKLU dengan menggunakan skema revenue sharing,” kata Bob, saat menghadiri peresmian SPKLU milik Nissan Indonesia, Senin (1/11).
Menurutnya, PLN saat ini telah mengembangkan beberapa model bisnis untuk mendukung rencana kerjasama agar lebih atraktif serta efektif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
PLN sangat mengapresiasi semangat NMDI yang telah berpartisipasi mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan otomotif ini menjadi mitra PLN dalam mendukung penyediaan infrastruktur SPKLU di Wisma Indomobil 3, Jl MT Haryono No 3, Jakarta Timur.
Bob mengungkapkan, dalam kerjasama ini, Nissan memilih skema kerja sama Provide, Privately Owned and Operated (PPOO). Dalam skema kerjasama ini, PLN menyediakan dan menjual tenaga listrik, serta platform teknologi informasi dan komunikasi. Sementara Nissan menyediakan, mengoperasikan, dan memelihara fasilitas pengisian ulang serta menyediakan lahan SPKLU.
Presiden Direktur NMDI, Evensius Go, mengatakan SPKLU Nissan ini menjadi langkah penting bagi Nissan untuk menciptakan ekosistem elektrifikasi di Indonesia.
“Harapannya populasi kendaraan listrik akan cepat berkembang di Indonesia untuk mencapai lingkungan yang hijau dan bebas polusi,” kata Evensius.
Dia juga mengatakan bahwa fasilitas SPKLU Nissan tidak hanya untuk mobil listrik Nissan, tetapi juga terbuka untuk umum. Untuk bisa mengisi daya di SPKLU Nissan, pemilik mobil listrik atau motor listrik hanya perlu mengunduh aplikasi PLN Mobile dengan fitur Charge.IN.
Manfaat jadi Mitra
Lebih lanjut, Bob menjelaskan ada beberapa manfaat yang diperoleh bila menjadi mitra penyedia SPKLU. Pertama, mendukung program pemerintah dalam melakukan transformasi transportasi ramah lingkungan ke kendaraan listrik. Kedua, memanfaatkan peluang bisnis masa depan, di mana berbagai negara untuk transportasi sudah beralih menggunakan KBLBB.
Ketiga, mitra tidak perlu memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Keempat, tersedia dukungan aplikasi digital (Charge.IN) dengan lebih dari 5.000 pengguna, serta memiliki berbagai fitur unggulan lainnya seperti cek lokasi SPKLU, payment service, maupun monitoring konsumsi tenaga listrik. Terakhir adalah memperbanyak titik lokasi pengisian listrik bagi konsumen KBLBB, sehingga dapat meningkatkan penggunaan KBLBB.
Selain itu, PLN juga menghadirkan produk Home Charging Services yang disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan fasilitas dan layanan pendukung dalam penggunaan KBLBB. Produk ini merupakan produk layanan satu pintu bagi pelanggan yang melakukan transaksi pembelian KBLBB di penyedia KBLBB yang bekerja sama dengan PLN.
Adapun keuntungan yang didapat dari fasilitas tersebut adalah layanan tambah daya listrik, sehingga konsumen pemilik mobil listrik tidak perlu ragu akan kecukupan daya listrik di rumahnya. Berikutnya peralatan home charger, layanan pemasangan home charger, integrasi home charger ke sistem PLN Charge.IN, di mana Konsumen akan mendapatkan diskon tarif penggunaan home charger pada pukul 22.00 – 05.00 WIB sebesar 30 persen.








Tinggalkan Balasan