Negoisasi Tarif ke AS Sukses, Ini Harapan Pelaku Industri

1
740
Agus Gumiwang Kartasasmita.

Jakarta, Petrominer – Para pelaku industri Indonesia mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mencapai kesepakatan positif dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pemberlakuan tarif resiprokal bagi kedua negara. Kesepakatan ini akan menggairahkan sektor manufaktur Indonesia karena pintu ekspor ke Amerika kembali terbuka lebih luas lagi.
royalbet
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan dengan kepiawaian Presiden Prabowo bernegosiasi, Indonesia memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dibandingkan negara-negara pesaing. Tentunya, hal ini bakal menjadi modal penting bagi peningkatan daya saing industri nasional.

“Para pelaku industri nasional sangat mengapresiasi capaian Presiden Prabowo dalam merundingkan kembali tarif impor Indonesia ke Amerika. Ini merupakan bukti nyata kepemimpinan beliau memperjuangkan kepentingan industri dalam negeri di kancah global,” ujar Agus, Rabu (16/7).

Sebelumnya, Presiden Trump telah mengumumkan tarif impor bagi produk Indonesia yang memasuki pasar Amerika melalui akun Truth Social pribadinya dan akun Instagram White House. Disebutkan bahwa kesepakatan tarif impor tersebut berdasarkan kontak langsung kedua kepala negara.

Menurut Menperin, kesepakatan ini akan menggairahkan sektor manufaktur Indonesia karena pintu ekspor ke Amerika kembali terbuka lebih luas lagi. Selain itu, kesepakatan ini juga akan meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar ekspor terutama di pasar Amerika.

Dalam skema rantai produksi, saat ini rasio output sektor manufaktur Indonesia untuk tujuan pasar ekspor dan domestik adalah 20:80. Artinya 20 persen output produk manufaktur Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor. Sisanya, 80 persen mengisi permintaan di pasar domestik.

“Dari total 20 persen output produk manufaktur yang berorientasi ekspor tersebut, sebagian dijual ke pasar Amerika,” ungkap Agus.

Sepanjang tahun 2024, nilai ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat mencapai US$ 26,31 miliar atau sekitar 9,94 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia (US$ 264,70 miliar). Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan dengan Amerika Serikat USS 14,34 miliar, menyumbang 46,2 persen dari total surplus perdagangan Indonesia.

Lebih lanjut, dia  menyatakan optimistis pengumuman kesepakatan tarif impor Amerika Serikat ini  akan menggairahkan industri untuk meningkatkan utilisasi produksi terutama utilisasi industri padat karya yang berorientasi ekspor. Tingkat utilisasi industri Indonesia di tahun 2024 tercatat 65,3 persen. Ini menandakan ruang utilisasi produksi yang bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi guna merespons permintaan positif pasar ekspor Amerika paska kesepakatan tarif tersebut.

“Tentunya, hal ini akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lebih luas lagi pada industri padat karya seperti industri tekstil, produk tekstil, pakaian jadi, alas kaki dan lainnya,” tegas Agus.

Uni Eropa

Di lain sisi, Menperin menyampaikan bahwa para pelaku industri di Indonesia terutama sektor padat karya, juga mengapresiasi disepakatinya secara politik perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian IEU-CEPA ini diyakini akan membuka akses pasar ekspor Indonesia ke kawasan Eropa secara lebih luas dan kompetitif.

“Para pelaku industri juga mengapresiasi kepemimpinan  Presiden Prabowo yang telah mencapai kesepakatan untuk penyelesaian perjanjian dagang IEU-CEPA. Perjanjian ini akan  meningkatkan daya saing produk manufaktur lebih tinggi lagi dibanding produk serupa dari negara lain,” ujarnya.

Dia mengaku yakin keberhasilan Presiden Prabowo atas kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa akan memperkuat manufaktur Indonesia terutama yang berorientasi ekspor. Dengan dua kesepakatan perdagangan ini, maka ekosistem manufaktur Indonesia akan lebih kuat, maju, mandiri dan berdaya saing tinggi ke depannya.

“Harapannya, industri manufaktur nasional juga akan berkontribusi lebih tinggi lagi bagi program industrialiasi mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen  tahun 2029,” tegas Agus.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here