Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas, dan Panasbumi Indonesia (APMI) Periode 2016-2019, Wargono Soenarko.

Jakarta, Petrominer – Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI) akan mengadakan pemilihan ketua umum dan kepengurusan baru untuk masa bakti tahun 2021– 2024. Pemilihan ketua dan pengurus baru ini dilakukan dalam acara Musyawarah Anggota ke-11 (MUSTA XI) APMI yang rencananya digelar secara virtual, Kamis (15/7).

Ketua Umum APMI, Wargono Soenarko, mengatakan bahwa kesuksesan regenerasi di MUSTA XI APMI akan menghadirkan tenaga dan ide baru untuk mewadahi, menampung dan memperjuangkan aspirasi anggota. Tidak hanya itu, regenerasi ini juga telah memberikan terobosan pelayanan, seperti penyediaan System Database Rig berbasis 4.0 yang secara resmi telah diluncurkan oleh APMI bersama SKK Migas dan Ditjen EBTKE beberapa bulan lalu.

“Karena itulah, kami berharap semua pihak mensukseskan MUSTA XI APMI ini, sehingga ke depan walau di tengah keprihatinan Covid-19, industri migas dan panasbumi khususnya pemboran dan jasa terkait pemboran tetap dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi pada ekonomi nasional,” ujar Wargono, Selasa (13/7).

Tema yang diusung dalam MUSTA XI ini adalah “Soliditas Anggota APMI Mendukung Program Kerja Minyak, Gas, dan Panasbumi Pemerintah.” Tema ini sejalan dengan kondisi bisnis beberapa tahun belakangan ini, termasuk masa pandemi Covid-19.

“Ini tentu sangat sejalan dengan kondisi penuh dinamika beberapa tahun belakangan ini termasuk masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wargono juga membeberkan bahwa dalam beberapa tahun belakang ini harga minyak dunia penuh gejolak, bahkan sempat jeblok dan aktifitas pengeboran turun drastis. Masih di tengah ketidakpastian ini, industri migas juga didera pula oleh adanya pandemi Covid-19, yang sangat mengganggu dan berdampak besar pada kelancaran operasional.

“Namun di saat ini juga ada angin segar, yakni adanya target Pemerintah mengejar produksi 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas bumi per hari pada tahun 2030, serta lebih mendorong energi terbarukan termasuk pemanfaatan panasbumi,” paparnya.

Selain itu harga komoditas minyak mentah yang terus membaik di pasar dunia juga mendorong perusahan ekplorasi dan eksploitasi untuk mulai lagi melakukan pengeboran ekplorasi, pengeboran eksploitasi, serta melakukan perawatan sumur untuk mempertahankan tingkat produksi.

“Kedua hal ini tentu membutuhkan kegiatan pemboran massif yang melibatkan jasa anggota APMI,” tegas Wargono.

Anggota APMI bukan hanya menyediakan anjungan pengeboran atau ig, tapi juga menyediakan jasa-jasa terkait pengeboran. Anggota APMI melingkupi 21 sub bidang usaha, seperti drilling, workover & well service, coring, mud engineering, top drive service, dan lainnya. Beberapa perusahaan anggota APMI di antaranya adalah Apexindo Pratama Duta Tbk, Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Elnusa Tbk, Bormindo, Imeco Inter Sarana, COSL, dan lebih dari 222 anggota lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here