Menteri Jonan Rombak Pejabat SKK Migas

0
1419
Prosesi pelantikan pejabat baru SKK Migas, Jum'at sore (26/5). (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merombak pejabat pimpinan pada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Proses regenerasi dijadikan alasan dalam perombakan kali ini, yang termasuk mengganti Wakil Kepala SKK Migas.

Proses regenerasi tersebut dilakukan agar dapat membuat perizinan di SKK Migas semakin cepat dan efisien. Hebatnya, kelima pejabat baru SKK Migas tersebut semuanya berasal dari luar lingkungan SKK Migas, dan bahkan beberapa di antaranya punya kedekatan dengan Menteri dan Wakil Menteri ESDM.

Sebut saja, Sukandar yang menggantikan Zikrullah sebagai Wakil Kepala SKK Migas. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Stell.

Begitu juga nama-nama lainnya. Sekretaris SKK Migas, Arief Setiawan Handoko (ConocoPhillips), Deputi Perencanaan Jaffe Arizon Suardin (Staf Khusus Menteri ESDM), Deputi Operasi Fatar Yani Abdurrahman (Petronas Carigali), dan Deputi Dukungan Bisnis M. Atok Urrahman (Staf Komisi Pengawas SKK Migas).

Menurut Jonan, pemilihan pejabat baru SKK Migas dari eksternal itu karena dinilai mampu melakukan percepatan dan efisiensi di SKK Migas. Pasalnya, mereka juga sudah berpengalaman di bidang hulu migas.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (Petrominer/Sony)

“Saya ingin regenerasi supaya bisa improvement lebih baik, ini bisa mempercepat perizinan. Saya mohon cost recovery harus lebih efisien. Saya tidak mau mendengar lagi orang protes ke saya proses perizinan di SKK Migas itu lamban. Saya minta harus cepat. Bapak-bapak mesti harus jaga supaya ini bisa efisien. Kalau hulu migas tidak efisien, produknya itu nanti juga tidak efisien,” ujarnya usai melantik pejabat baru SKK Migas tersebut, Jum’at sore (26/5).

Selain itu, Jonan juga menegaskan bahwa tugas untuk pejabat baru SKK Migas adalah membuat bisnis pencarian migas menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan begitu, cost recovery menjadi lebih rendah dan produksi migas pun bisa meningkat.

‎”Presiden dan saya tidak mengerti kenapa cost recovery naik namun produksi turun. Saya ndak ngerti. Kalau cost recovery naik, produksi harus naik,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here