
Gresik, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menggenjot proses pembangunan smelter Manyar di Gresik agar selesai sesuai target yang ditetapkan. Dengan begitu, smelter tersebut bisa selesai dibangun akhir tahun 2023 ini dan beroperasi dalam beberapa bulan berikutnya.
Hal itu disampaikan Arifin ketika mengunjungi proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM didampingi Presiden Direktur PTFI, Toni Wenas.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres proyek pembangunan smelter tembaga dengan design single line terbesar di dunia ini dapat sesuai target yang sudah ditetapkan.
Berdasarkan laporan yang disampaikan PTFI, hingga akhir Maret 2023, kumulatif kemajuan fisik smelter mencapai 61,5 persen (sesuai rencana) dengan percepatan progress 4 persen per bulan. Maka diharapkan progres proyek pembangunan smelter akan mencapai 92 persen pada akhir tahun ini.
“Progres terakhir Maret 61 persen, kemudian April diperkirakan 65-66 persen. Dalam proyek ini, PTFI harus berupaya keras untuk bisa mendapatkan kecepatan 4 persen per bulan, sehingga nanti dapat dilihat realisasinya akhir tahun sebesar 92 persen,” ujar Arifin.
Karena itulah, Menteri ESDM meminta PTFI untuk menggenjot proses pembangunan smelter agar selesai sesuai target yang ditetapkan. PTFI pun menjadi ini sebagai tantangan untuk melakukan adjustment supaya bisa mengebut proyek hingga tahun 2024 memenuhi target yang ada.
Smelter Manyar merupakan fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga kedua milik PTFI yang dibangun di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. Fasilitas di atas lahan seluas 100 hektar ini akan memiliki kapasitas pengolahan konsentrat sebesar 1,7 juta ton per tahun.
Pembangunan smelter Manyar oleh PTFI ini merupakan wujud mendukung kebijakan hilirisasi Pemerintah. Smelter ini merupakan smelter kedua yang dimiliki PTFI setelah smelter pertama dibangun tahun 1996 dan dikelola oleh PT Smelting.
Dengan target yang dicapai saat ini diharapkan penyelesaian konstruksi fisik smelter dapat diselesaikan akhir Desember 2023, dilanjutkan pre-commissioning dan commissioning hingga Mei 2024 dengan ramp-up operasi diharapkan mencapai operasi penuh pada akhir tahun 2024.
Tambahan 300.000 Ton
Usai mengunjungi lokasi pembangunan smelter Manyar, rombongan Menteri ESDM mengunjungi smelter pertama yang dikelola PT Smelting. Di fasilitas ini, pihak pengelola juga sedang melakukan pembangunan ekspansi smelter konsentrat tembaga untuk menambah kapasitas pengolahan konsentrat dari satu juta ton menjadi 1,3 juta ton per tahun.
Proses pembangunan ekspansi smelter ini ditargetkan selesai akhir tahun 2023, dengan investasi mencapai Rp 3,1 triliun. Ekspansi tersebut mencakup penambahan refinery cells (sel elektrolit untuk memurnikan konsentrat) serta peningkatan daya listrik. Hingga akhir Maret 2023, realisasi progress pembangunan mencapai 89,7 persen untuk procurement dan 70,3 persen untuk konstruksi.
“Pembangunan extension smelter PT Smelting diharapkan bisa selesai Januari 2024,” ujar Arifin.
Sebelumnya, PT Smelting telah melaksanakan tiga kali ekspansi pada tahun 2004, 2006, dan 2009 sehingga kapasitas produksi meningkat dari 200.000 ton menjadi 300.000 ton tembaga per tahun. Saat ini, kapasitas pengolahan tembaga sebesar 1 juta ton/tahun.
PT Smelting menggunakan teknologi Mitsubishi dalam proses peleburan tembaga dan teknologi ISA dalam proses pemurnian tembaga yang berkesinambungan, ramah lingkungan dan ekonomis.
Teknologi ISA mampu menghasilkan katoda tembaga dengan kemurnian 99,99 persen (LME Grade A) dengan waktu operasi yang tinggi, produktivitas tenaga kerja yang tinggi, dan tingkat keamanan yang tinggi dengan biaya produksi yang rendah.
Dari proses pengolahan tembaga di PT Smelting, dihasilkan beberapa produk samping seperti asam sulfat, terak tembaga (produk sampingan dari ekstraksi tembaga dengan peleburan), gypsum, lumpur anoda dan CuTe. Semua produk ini bisa dijual dan digunakan oleh banyak konsumen di dalam negeri dan luar negeri.

























