Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam acara Halal bi halal Keluarga Besar Kementerian ESDM secara virtual, Jum'at (29/5).

Jakarta, Petrominer – Pandemi Covid-19 tak lantas membuat kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melambat. Menteri ESDM Arifin Tasrif menguraikan beberapa langkah strategis di sektor ESDM yang telah digulirkan selama menghadapi masa pandemi demi menjaga pelayanan kepada masyarakat.

“Kita tidak boleh menganggap enteng Covid-19. Kita harus melakukan antisipasi langkah-langkah pengamanan. Tiga bulan bangsa Indonesia berjuang menghadapai pandemi ini yang tidak hanya mengguncang sektor kesehatan, namun juga sektor lainnya terutama perekonomian dimana di dalamnya ada sektor energi dan sumber daya mineral,” ujar Arifin dalam acara Halal bi halal Keluarga Besar Kementerian ESDM secara virtual, Jum’at (29/5).

Arifin mengakui, dampak pandemi berimbas pada sektor perekonomian, mulai dari berkurangnya pendapatan, kehilangan pekerjaan hingga kehilangan daya beli. Namun, dengan segala keterbatasan, Pemerintah sudah melakukan antisipasi dengan memberikan stimulus-stimulus (fiskal) untuk menjaga daya beli, kesehatan, menjamin ketersediaan makanan dan pelayanan-pelayanan bagi masyarakat.

Menurutnya, tantangan sektor ESDM tersebut dijawabnya dengan menyelesaikan beberapa kebijakan strategis. Diantaranya penerbitan kebijakan dan regulasi terkait dengan penyesuaian harga gas bumi untuk industri tertentu dengan tujuan memberikan stimulus agar dapat meningkatkan daya saing dan meningkatkan perekonomian nasional serta diharapkan memberikan multiplier effect penyerapan tenaga kerja.

“Kita sudah melaksanakan amanah Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, termasuk untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) di mana listrik memberikan manfaat positif bagi keuangan negara,” ungkap Arifin dalam acara yang mengusung tema ‘Silaturrahim Perkuat Geliat Energi di Tengah Pandemi’ tersebut.

Acara Halal bi halal Virtual Keluarga Besar Sektor ESDM dihadiri sekitar 400 peserta dan disaksikan lebih dari 2.500 pegawai Kementerian ESDM melalui kanal Youtube Kementerian ESDM.

Saat ini, jelasnya, sudah ditandatangani 14 perjanjian penyesuaian harga jual beli gas oleh empat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan 11 pembeli gas bumi untuk sektor industri pupuk, baja, dan sektor Industri melalui pemilik fasilitas pipa. Kesepakatan ini mencakup volume gas lebih dari 330 British Barrel Thermal Unit per Day (BBTUD).

Capaian berikutnya adalah penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Mineral dan Batubara dengan mempertimbangkan peningkatan kesejahteraan rakyat. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan segera menyiapkan regulasi turunan berupa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri ESDM.

“Itu akan kita lakukan dengan cermat dan dalam tempo yang tidak terlalu lama,” ungkap Arifin.

Selanjutnya, Kementerian ESDM terus mendorong penyediaan energi bersih melalui konversi pembangkit Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Diesel yang dimiliki oleh PLN beralih ke gas. Dampak dari kebijakan ini adalah efisien dari sisi keekonomian (cost) dan juga memberikan manfaat terhadap (berkurangnya) beban dari lingkungan.

Capaian lain tak kalah penting adalah impelementasi hilirisasi minerba serta penyelesaian proyek-proyek hulu dan infrastruktur energi yang akan diselesaikan sesuai target.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga menyampaikan harapannya agar sektor ESDM terus memberikan kontribusi nyata dalam menggerakkan perekonomian Indonesia di tengah masa pandemi. Apalagi Indonesia diramalkan mampu masuk sebagai 10 besar negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbaik.

“Di era perdagangan bebas sekarang ini semua negara saling ketergantungan, ada take and give. Tapi siapa yang lebih kompetitif, itu yang akan unggul. Maka, sektor ESDM harus menjadi sektor sentral dalam agent of development,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here