Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) berhasil membangun dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara.

Pengembangan pembangkit listrik biogas ini merupakan hasil kerjasama dengan skema Bangun Guna Serah antara Pertamina Subholding PNRE dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), dalam rangka sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Chief Executive Officer Pertamina Subholding PNRE, Heru Setiawan, menyatakan bahwa pembangunan pembangkit listrik ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus berbasis energi ramah lingkungan, atau dikenal dengan Green Economic Zone. Keberadaan PLTBg tersebut juga merupakan salah satu upaya Pertamina untuk berkontribusi terhadap bauran energi nasional.

“Sebagai BUMN, Pertamina Subholding PNRE mengoptimalkan kesempatan bersinergi dengan PTPN III dalam mendukung visi dan misi pemerintah meningkatkan bauran energi nasional,” ungkap Heru, Rabu (14/10).

Sejak beroperasi pada 14 Januari 2020 hingga saat ini, PLTBg Sei Mangkei sudah menghasilkan listrik sebesar 6.923.140 kWh. Dengan keluaran listrik sebesar itu, PLTBg dapat mengaliri listrik untuk kebutuhan para pengguna KEK yang dikelola oleh PTPN III, seperti Unilever dan lainnya.

Kehadiran PLTBg ini juga sangat diminati, mengingat beberapa calon mitra sudah mulai beranjak dan fokus pada Green Certificate yang mewajibkan penggunaan sumber listrik dari energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan. Bak gayung bersambut, PTPN III pun menyambut antusias momen tersebut melalui kerjasama kembali dengan Pertamina Subholding PNRE dalam pengembangan PLTBg di wilayah lain.

Selain di KEK Sei Mangkei, Pertamina Subholding PNRE juga hadir di PLTBg Kwala Sawit berkapasitas 1 MW dan Pagar Merbau berkapasitas 1 MW di atas lahan milik PTPN II di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pembangkit ini telah beroperasi sejak akhir tahun 2019 lalu.

Selain melakukan pengembangan bisnis PLTBg dengan PTPN Group, Pertamina Subholding PNRE juga mulai bersiap dengan skema bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa wilayah, termasuk di KEK Sei Mangkei yang saat ini sudah dalam tahap konstruksi dengan kapasitas sebesar 2 MWp.

“Demi mempersiapkan diri menghadapi new market demand yakni kebutuhan akan energi ramah lingkungan, Pertamina Subholding PNRE terus meningkatkan perannya tidak hanya melalui PLTBg, tetapi juga melalui kehadiran PLTS dan teknologi energi ramah lingkungan lainnya,” jelas Heru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here