, , ,

Membaca Trend Masa Depan Alih Teknologi Percetakan Digital

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – Para pelaku usaha grafika dan percetakan Indonesia, mulai dari yang berskala kecil dan menengah sampai perusahaan besar, ke depannya akan selalu beradaptasi dengan situasi yang mengharuskan mereka menyesuaikan kondisi yang ada. Dengan begitu, mereka mampu mempertahankan keberadaan industrinya secara lebih cermat.

“Bila ingin bersaing baik di tingkat nasional ataupun global, mereka akan dituntut mampu mengadopsi teknologi cetak modern yang lebih efisien, hemat energi dan berpresisi tinggi. Industri percetakan Indonesia harus dapat berkembang secara inovatif, berkelanjutan, serta memenuhi aspek kesesuaian daya saing dan ketentuan yang berlaku secara global,“ ujar Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, Selasa (22/9).

Menurut Mughira, hal tersebut diperlukan agar industri percetakan dan grafika Indonesia mampu menghadapi berbagai dinamika, termasuk tantangan dan peluang yang lebih besar di era digital saat ini.

Digital Printing

Dalam kesempatan sama, Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud S. Salim, menyampaikan bahwa perkembangan digital printing and imaging kini semakin mendekati kesempurnaan. Dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, produk lukisan yang kurang sempurna, dapat diubah mendekati kesempurnaan karya aslinya, bahkan cenderung lebih baik dari karya lukisan aslinya.

Menurut Daud, perkembangan teknologi digital juga tidak sepenuhnya menghilangkan eksistensi produk media massa seperti majalah. Dirinya memaparkan perkembangan majalah cetak di Italia saat ini masih eksis, kendati dunia secara umum telah bergeser ke arah penerbitan media digital yang terbit secara daring (online).

Sementara Industri percetakan Indonesia pada tahun 2026 menunjukan pertumbuhan stabil, dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39% hingga mencapai pertumbuhan kumulatif stabil di kisaran 11,42%.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri kemasan (packaging) dan label yang melonjak hingga 20% serta textile printing sekitar 15% yang didukung oleh penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM. Tren utama yang berkembang adalah pergeseran dari percetakan massal menuju percetakan digital dan personal.

Perkembangan tersebut turut mendorong kebutuhan industri percetakan untuk beradaptasi dengan teknologi dan solusi produksi yang semakin beragam. Transformasi digital, perkembangan digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi menjadi bagian dari perubahan yang membentuk arah industri percetakan saat ini.

Pameran akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 60.000 pengunjung. Pameran ini juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia. Kolaborasi ini memperluas cakupan ekosistem industri percetakan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan beragam teknologi, produk, dan solusi industri.

Perkembangan Teknologi

Lebih lanjut, Daud menambahkan bahwa perkembangan industri percetakan saat ini tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional, tetapi telah berkembang ke berbagai kebutuhan industri yang saling berkaitan.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” jelasnya.

Kehadiran teknologi tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas produksi, serta menyesuaikan produk dengan perkembangan permintaan pasar.

ALLPrint Indonesia 2026 memperkuat perannya sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Forum Industri

Selain area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah agenda edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu yang relevan bagi pelaku usaha. Salah satunya adalah seminar bertajuk “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.

Agenda lainnya adalah seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat perkembangan otomatisasi dalam industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.

ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Eduprint Talkshow yang membahas isu sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *