Jakarta, Petrominer – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melaporkan keberhasilan luar biasa dari operasi pengeboran sumur LLE-5ST di lapangan Lima. Dalam uji produksi pertama, Jum’at (22/8), sumur tersebut mampu menghasilkan hingga 2.635 barrel oil per day (BOPD).
Menurut General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, keberhasilan ini membuka potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut di wilayah selatan lapangan Lima. Lapangan migas ini berlokasi di area lepas pantai Kabupaten Karawang.
“Pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari studi pemrosesan ulang data seismik dengan teknik Pre-Stack Depth Migration (PSDM). Hasilnya menunjukkan lapisan ini terbukti mengandung minyak dalam jumlah yang signifikan,” jelas Wira, panggilan akrab Muzwir Wiratama, Rabu (27/8).
Dia menambahkan, target utama pengeboran adalah lapisan batuan LL-30. Lapisan ini terdiri dari batupasir dari Formasi Main dan merupakan pengembangan minyak di area selatan Lapangan Lima. Keberhasilan ini membuka potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut di wilayah selatan lapangan Lima.
Pengeboran sumur LLE-5ST merupakan hasil pengeboran ulang (sidetrack) dari sumur lama (LLE-5) yang sudah tidak aktif sejak tahun 2012. Pengeboran dilakukan dengan teknik directional drilling (pengeboran berarah) agar bisa menjangkau lapisan batuan bawah tanah yang masih potensial untuk menghasilkan minyak, meskipun lokasinya berada di wilayah yang belum banyak dieksploitasi sebelumnya.
“Pengeboran dibuat melengkung seperti huruf J, yang memungkinkan mencapai reservoir di bawah tanah yang jauh dari titik awal pengeboran,” jelas Wira.
PHE ONWJ juga mencatatkan keberhasilan lain dalam uji produksi ini. Salah satunya, proses pengeboran yang memakan waktu 37 hari, jauh lebih singkat dari target 46,2 hari. Selain itu, proyek ini berhasil selesai dieksekusi lebih cepat dari rencana awal di tahun 2026.
PHE ONWJ akan terus memantau produksi dari sumur ini dan melakukan optimasi teknis seperti menyesuaikan jumlah gas yang dimasukkan ke dalam sumur (gas lift) serta ukuran klep pengendali aliran (choke). Tujuannya agar produksi minyak terus meningkat secara stabil, optimal dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Wira juga menegaskan komitmen PHE ONWJ untuk terus meningkatkan produksi dengan tetap menjaga keselamatan, keamanan, kecepatan, dan kualitas operasi.
“Insya Allah, produksi minyak dari lapangan ONWJ akan terus bertambah,” ujarnya optimistis.
Dengan keberhasilan pengeboran sumur LLE-5ST, PHE ONWJ tidak hanya berhasil menambah potensi cadangan dari lapangan Lima, tetapi juga mengukuhkan keberhasilan dalam mengejar tujuan produksi yang lebih tinggi, dengan teknik inovatif dan eksekusi yang lebih cepat.









Tinggalkan Balasan