Jakarta, Petrominer — Perilaku hemat energi sudah menjadi kewajiban bersama bagi seluruh masyarakat. Apalagi saat ini, Indonesia masih tergolong negara yang boros dalam menggunakan energi. Hal ini ditunjukan dengan tingkat konsumsi energi yang cukup tinggi.
Menurut Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Farida Zed, Pemerintah tengah berupaya merubah perilaku tersebut. Langkah ini bisa efektif dilakukan melalui pembiasaan atau sering juga disebut sebagai learning by doing.
Farida menyampaikan hal itu ketika meluncurkan Lomba Hemat Energi di Rumah dan Sekolah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Senin (29/8).
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dinas ESDM Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Kota serta peserta Lomba yang terdiri dari siswa, dan guru.
“Perubahan perilaku itu penting. Perubahan perilaku dapat dilakukan dengan efektif melalui pembiasaan atau learning by doing,” jelas Farida.
Kegiatan lomba ini dimaksudkan agar siswa sekolah dapat memahami dan mempraktekkan pengetahuannya tentang konservasi energi. Peserta lomba adalah siswa menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA). Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengubah perilaku dan dapat menerapkan upaya-upaya konservasi energi di lingkungan rumah dan sekolahnya sehingga terbentuk budaya hemat energi.
Tahun 2016 ini, Kementerian ESDM akan menggelar Lomba Hemat Energi di Rumah dan Sekolah di empat kota, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Pelaksanaan di Jabodetabek diikuti oleh 30 sekolah, di Kota Bandung diikuti oleh 20 sekolah, Kota Surabaya 20 sekolah, dan Kota Denpasar sebanyak 21 Sekolah.
Lomba Hemat Energi di Rumah dan Sekolah akan berlangsung selama tiga bulan. Mengawali rangkaian acara, telah dilakukan pembekalan (Training of Trainer) tentang langkah-langkah penghematan energi bagi pada guru sebagai manajer energi. Selama periode lomba, para guru dan siswa ditantang untuk berkreasi dan berinovasi untuk menerapkan perilaku hemat energi baik di rumah maupun di sekolah.
“Setiap bulannya para siswa akan mengikuti berbagai kompetisi bulanan, yaitu kompetisi membuat video, jingle, mural, arsitektur, artikel, dan fotografi dengan tema hemat energi,” ujar Farida.
Selama proses lomba ini, para siswa, guru, manajemen sekolah, dan orang tua diharapkan dapat berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan terhadap siswa dalam kegiatan ini sehingga budaya hemat energi dapat berkembang dengan baik di lingkungan rumah maupun sekolah.









Tinggalkan Balasan