, ,

LNG Perdana Blok Mahakam Untuk Nusantara Regas

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kargo LNG sebesar 2 juta MMBTU tiba di (Floating Storage Regasification Unit) FSRU Nusantara Regas Satu di Teluk Jakarta, Kamis (4/1). Ini merupakan kargo istimewa, karena merupakan pengiriman perdana domestik dari Blok Mahakam pasca dioperasikan oleh PT Pertamina (Persero) melalui cucu perusahaannya, Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kargo perdana LNG ini diangkut oleh LNG Carrier Aquarius.

Direktur Komersial dan Operasi PT Nusantara Regas, Bara Frontasia, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada PHM untuk pengiriman perdana tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami untuk menerima perngiriman perdana LNG dari Blok Mahakam pasca dioperasikan Pertamina. Alhamdulillah kargo sudah tiba sesuai schedule dan akan langsung kami proses untuk penyaluran ke pembangkit listrik PLN area DKI dan sekitarnya” jelas Bara.

Sepanjang tahun 2018, Nusantara Regas akan mengelola 23,7 kargo LNG (setara 52 juta MMBTU), di mana 17,7 kargo LNG akan dipasok dari Blok Mahakam. Sedangkan 6 kargo lainnya dipasok dari Tangguh Papua dan Bontang Kalimantan Timur. Seperti diketahui, Blok Mahalam merupakan penghasil gas bumi terbesar di Indonesia dan menyumbang sekitar 13 persen produksi gas nasional.

Mini LNG

Dalam kesempatan itu, Bara juga menjelaskan bahwa Nusantara Regas saat ini sedang melakukan pengembangan fasilitas FSRU dengan menambahkan fitur Offloading LNG untuk mini tanker LNG ataupun LNG Barge.

“Penambahan fitur offloading ditargetkan selesai pada awal kuartal 4 tahun ini, sehingga kedepannya layanan Nusantara Regas tidak hanya sebatas pengangkutan LNG, penyimpanan LNG, Regasifikasi LNG, penyaluran distribusi gas hasil regasifikasi saja, tetapi juga penyaluran distribusi LNG skala kecil,” jelasnya.

Penambahan fitur offloading untuk tanker mini LNG ini merupakan Inisiatif Nusantara Regas untuk memenuhi kebutuhan domestik atas suplai LNG skala kecil baik untuk PLN, Pertambangan, Transportasi, maupun Industri, yang hingga saat ini masih belum dapat dipenuhi karena keterbatasan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *