, ,

Listrik EBT di Desa Perbatasan

Posted by

Jayapura, Petrominer — Pemerintah terus berupaya memberikan akses listrik untuk daerah-daerah terluar dan perbatasan. Ini untuk mendukung kebijakan Pemerintah Daerah dalam meletakan dasar-dasar kebijakan pembangunan yang mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat yang merata.

Seperti yang diaplikasikan di delapan desa Perbatasan Indonesia-Papua Nugini akhir pekan lalu. Sejak Jum’at (10/3), desa-desa tersebut mulai bisa menikmati listrik sepanjang 24 jam sehari.

Hari itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, meresmikan delapan paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat (PLTST) dan 65 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya atau PJU Cerdas di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. PLTST itu memiliki total kapasitas terpasang sebesar 145 kilowatt (kW).

“Pembangunan PLTS dan PJU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan dan mempercepat akses listrik untuk daerah–daerah terluar dan di perbatasan,” ujar Rida.

PLTST ini melistriki delapan desa di Kabupaten Keerom, yaitu Kampung Skopro, Ampas, Kalibom, Pund, Banda, Yuwainda, Yabanda dan Kampung Kalimo. Pembangunan PLTS dan PJU di Kabupaten Keerom ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian ESDM. Kedelapan unit PLTS ini diserahterimakan oleh Ditjen EBTKE kepada Pemerintah Kabupaten Keerom pada 24 Pebruari 2017 lalu di Makassar, sementara 65 unit PJU tenaga surya diserahterimakan dan diresmikan pada hari ini.

Kabupaten Keerom merupakan kawasan di Provinsi Papua yang berada di ujung timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea. Kabupaten Keerom terdiri dari 11 distrik dan 91 kampung dengan jumlah penduduk 58.439 jiwa.

Kebijakan pemerintah daerah yang utama adalah meletakan dasar-dasar kebijakan pembangunan yang mendukug terciptanya kesejahteraan masyarakat yang merata, tak terkecuali pembangunan di bidang ketenagalistrikan.

Penerangan Jalan Umum (PJU) Cerdas.

PJU Cerdas

Pembangunan PLTST dan PJU Cerdas ini sejalan  dengan upaya Pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk meningkatkan akses listrik di perdesaan terpencil dan perbatasan.

PJU Cerdas merupakan lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Lampu PJU ini sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil. Lampu PJU Cerdas juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan-jalan utama.

Pengimplementasian efisiensi energi melalui pemasangan PJU Cerdas tenaga surya memilki kelebihan dan keuntungan sebagai berikut:

1. Penghematan penggunaan energi listrik dan bahan bakar minyak (energi fosil).
2. Menghemat biaya operasional dan pemeliharaan.
3.  Menambah volume dan meratakan titik lampu Penerangan Jalan Umum.
4.  Mengurangi emisi CO2 dari penggunaan energi listrik.
5.  Lifetime lampu LED relatif lebih lama dan hemat energi.

Menurut Rida, sepanjang tahun 2016, Ditjen EBTKE telah membangun 17 unit PLTS di 6 kabupaten di Provinsi Papua dengan total 385 kilowatt peak (kWp), 190 unit PJU tenaga surya dan 200 unit LED trofit.

Sementara, 4 unit PLTS di 2 kabupaten belum selesai pembangunannya, yaitu 3 unit PLTS di Kabupaten Pegunungan Bintang, dan 1 unit PLTS Kabupaten Jayawijaya. Namun status pembangunannya sudah 95%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *