Peresmian pengoperasian listrik 24 jam di Pulau Rinca dan Pulau Komodi, Nusa Tenggara Timur, oleh Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, Senin (27/7).

Labuan Bajo, Petrominer – PT PLN (Persero) telah berhasil meningkatkan waktu nyala listrik di Pulau Rinca dan Pulau Komodo dari 12 jam menjadi 24 jam. Dengan begitu, warga desa di kedua pulau tersebut kini bisa memanfaatkan energi listrik secara maksimal.

Peresmian pengoperasian listrik 24 jam di kedua pulau tersebut, yang berlokasi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, oleh Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, Senin (27/7).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko, menjelaskan bahwa peresmian pengoperasian listrik 24 jam ini dilakukan setelah sebelumnya PLN berhasil menambah satu mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 100 kiloWatt (kW). Dengan penambahan mesin pembangkit ini, Desa Pasir Panjang memiliki daya mampu sebesar 160 kW dengan beban puncak sebesar 55 kW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 105 kW.

Sedangkan untuk meningkatkan pasokan listrik di Desa Komodo, Pulau Komodo, PLN menambah dua mesin pembangkit berkapasitas 100 kW. Dengan penambahan mesin ini, Desa Komodo memiliki daya mampu sebesar 300 kW dan beban puncak mencapai 115 kW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 185 kW.

“Sebanyak 943 penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan di kedua desa tersebut, kini bisa menggunakan listrik secara 24 jam untuk memberikan nilai tambah dalam kegiatan ekonomi dan pariwisata,” ujar Jatmiko.

Dengan beroperasinya listrik 24 jam, warga setempat pun tampak bahagia dan yang selama ini merindukan listrik 24 jam menyala sudah tersedia di kedua desa tersebut. Apalagi, sekarang warga bisa membeli mesin pendingin (freezer) untuk menyimpan hasil tangkapan ikan.

“Hasil ikan juga bisa diolah, karena di Labuan Bajo akan dibangun industri-industri ikan. Intinya listrik ada berarti akan ada perubahan. Apalagi sekarang ada promo tambah daya PLN,” ungkapnya.

Menurut Jatmiko, ini menjadi wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan listrik bagi masyarakat dan mendukung tumbuhnya pariwisata. Harapannya listrik 24 jam ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Desa Rinca dan Desa Komodo.

Selain mengoperasikan listrik 24 jam, melalui program CSR, PLN juga memberikan bantuan mesin pendingin untuk Desa Pasir Panjang dan Desa Komodo. PLN juga menandatangani nota kesepahaman pelatihan pembelajaran listrik dengan SMKN 2 Komodo.

PLN menambah satu mesin PLTD berkapasitas 100 kW di Pulau Rinca, sehingga memiliki daya mampu 160 kW dengan beban puncak sebesar 55 kW, dan masih ada cadangan daya sebesar 105 kW.

Kepala Desa Pasir Panjang, Muchtar, menyatakan sangat bersyukur dan gembira atas beroperasinya listrik 24 jam di desanya.

“Tentu kami sangat bersyukur, di mana dulu listrik hanya 12 jam dan sekarang sudah 24 jam, sekarang sudah bisa melakukan aktivitas di siang hari seperti adanya alat skap kayu listrik, cuci baju pakai mesin, tempat pendingin untuk simpan ikan sangat bermanfaat bagi kami dan ini menunjang perekonomian masyarakat, sekali lagi kami ucapkan terimakasih untuk PLN, masyarakat gembira dengan adanya pengoperasian listrik 24 jam ini,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Manggarai Barat. Dia memberikan apresiasi kepada PLN atas peningkatan layanan kelistrikan di Desa Rinca dan Desa Komodo yang kini beroperasi selama 24 jam.

“Peningkatan jam operasional ini tentu akan mendongkrak geliat peariwisata di Pulau tersebut,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here