Jakarta, Petrominer — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan lifting minyak dan gas (migas) semester pertama 2017 mencapai 1.934 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD). Angka ini mencapai 98,4 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar 1.943 BOEPD.

Sampai 30 Juni 2017, menurut data SKK Migas, rata-rata lifting minyak bumi sebesar 802 ribu barrel oil per day (BOPD). Angka ini sekitar 98 persen dari target APBN 2017 yang sebesar 815 ribu BOPD. Sementara lifting gas bumi mencapai 6.338 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 98 persen dari target 2017 yang sebesar 6.440 MMSCFD.

“Kami optimis, akhir tahun ini bisa melebihi target dengan angka cukup signifikan,” kata Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, Kamis sore (6/7).

Menurut Amien, realisasi produksi dan lifting migas itu bisa lebih tinggi lagi bila dibandingkan dengan target sesuai WP&B (work program & budget). Rata-rata sudah mencapai 99 persen dari target WP&B.

Produksi dan lifting migas tersebut berasal dari 71 Wilayah Kerja (WK) migas berproduksi, yang dioperatori 85 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).

Dia juga menjelaskan bahwa 10 KKKS terbesar telah menyumbang produksi minyak sebesar 86 persen dan 80 persen untuk produksi gas. Karena itulah, SKK Migas akan fokus menyelesaikan sejumlah kendala yang kerap melanda ke-10 KKKS besar tersebut.

“SKK Migas akan fokus menyelesaikan kendala yang dihadapi 10 KKKS besar agar target produksi maupun lifting dapat tercapai,” ujar Amien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here