Jakarta, Petrominer – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan bahwa ketersediaan stok BBM selama masa Posko Nasional ESDM aman dan tidak terjadi kelangkaan. Meski begitu, diakui terjadi keterlambatan dalam pengiriman.
“Secara umum distribusi BBM tak terjadi suatu kelangkaan, yang ada cuma keterlambatan pengiriman, tapi tak mengganggu aktivitas masyarakat untuk memperoleh BBM di SPBU dan penyalur lainnya,” ujar Anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad, Rabu (8/1).
Henry menjelaskan, coverage day BBM rata-rata selama masa posko, untuk Bensin dengan Ron 88 adalah 20 hari, Bensin Ron 90 adalah 18 hari, dan Bensin Ron 92 adalah 18 hari. Sementara untuk Bensin dengan Ron lebih dari 95 sebanyak 35 hari dan avtur 17 hari.
“Secara umum, rata-rata penyaluran bensin selama masa posko pada 18 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020 turun 34,51 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal selama 2019. Namun naik 5,08 persen dibandingkan penyaluran pada masa posko Nataru 2018-2019,” jelasnya berdasarkan hasil pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM pada Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Selain distribusi BBM, pasokan listrik juga dilaporkan aman. Meskipun begitu, di beberapa sistem kelistrikan terjadi pemadaman secara lokal di Jawa dan Sumatera karena cuaca ekstrim seperti banjir dan angin puting beliung.
“Dari semua gardu yang ada, kemarin (7/1) 6.320 dari gardu tersebut, 6.243 sudah beroperasi. Di mana 1,2 persen bukan hanya di Jawa sudah termasuk di Luar jawa, masih belum beroperasi,” jelas Henry.
Dia menambahkan, sebagian besar gardu tersebut terendam, ada juga wilayah yang yang kebetulan terimbas longsor kena longsor hingga hanyut, otomatis tak ada lagi warga karena diungsikan.
Adapun beban puncak nasional wilayah pengusahaan PLN mengalami penurunan pada Natal 2019 sebesar 15,29 persen, dan pada tahun baru 2020 sebesar 32,67 persen pada malam hari.
Selanjutnya untuk konsumsi listrik Jawa-Bali pada Natal 2019 mencapai 480 GWh naik 9,6 persen dibandingkan Natal 2018 yang sebesar 438 GWh. Untuk konsumsi listrik tahun baru 2020 tercatat 387 GWh naik dibandingkan konsumsi listrik pada tahun baru 2019 sebesar 379 GWh.
Pasca Tahun baru 2020, beban puncak nasional mengalami peningkatan, yaitu pada malam hari 2 Januari 2020 sebesar 33.028,29 MW atau naik 19,27 persen dibandingkan hari sebelumnya. Ini dikarenakan masyarakat sudah kembali beraktivitas secara normal setelah liburan akhir tahun.








Tinggalkan Balasan