Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mendesak Pemerintah menunda rencana akuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) oleh PT Pertamina (Persero) yang dibungkus dalam pembentukan holding BUMN energi. Keputusan atas rencana itu harus menunggu DPR selesai merevisi Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Hal itu disampaikan Kurtubi setelah mendengar khabar bahwa Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengadakan pertemuan untuk merumuskan kebijakan holding BUMN sebelum Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

DPR berharap Pemerintah tidak salah langkah atau terburu-buru untuk membentuk holding di bidang energi. Apalagi sebelum revisi UU Migas diselesaikan.

“Saya imbau pemerintah untuk tahan dulu untuk masalah holding energi. Janganlah ambil keputusan penting bagi negeri padahal kita Komisi VII itu sedang dalam tahapan merevisi UU Migas,” kata Kurtubi saat dihubungi, Kamis (11/8).

Menurutnya, Menteri BUMN haruslah mengerti sistem tata negara dan pemerintahan. Sebagai wakil rakyat, DPR haruslah jadi bagian dari kebijakan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Haruslah ada pembicaraan dengan DPR menyangkut arah dan kebijakan energi ke depan. Sistem ketatanegaraan kita tidak bisa main sendiri, apalagi saat ini DPR seperti di-peta kompli. Padahal, wakil rakyat kita,” kata anggota DPR dari Fraksi Nasdem ini.

Menurutnya, jangan sampai apa yang sudah diputuskan pemerintah justru ditolak mentah-mentah oleh DPR. Hal ini bisa menimbulkan konflik baru.

“Bagaimana nanti bentuk barunya holding energi di mana kita bicara Pertamina dan PGN sudah diputuskan pemerintah tapi dibubarkan sama DPR? Kan repot. Jadi pemerintah tahan diri dulu lah,” tegas Kurtubi.

Seperti diketahui, pemerintah menginginkan adanya holding BUMN sektor energi di mana menjadikan Pertamina sebagai induk dari PGN. Namun ternyata hal tersebut juga memberikan sentimen negatif ke saham PGN yang notabene telah go public.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here