Foto bersama usai penandatanganan kontrak amandemen Masela Block PSC di kantor Kementerian ESDM, Jum'at (11/10).

Jakarta, Petrominer – Akhirnya, kontrak bagi hasil Blok Masela diperpanjang. Amandemen kontrak tersebut telah ditandatangani oleh Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Inpex Corporation dan Shell Upsteam Overseas Ltd. akhir pekan lalu.

Amandemen kontrak bagi hasil Blok Masela (PSC) tersebut termasuk alokasi waktu tambahan 7 tahun dan perpanjangan 20 tahun untuk Proyek Abadi LNG. Penandatanganan tersebut juga menandai pelaksanaan perjanjian formal tentang persyaratan PSC yang sebelumnya disepakati dan diumumkan sebagai bagian dari persetujuan revisi rencana pengembangan (Plan of Development) Proyek LNG Abadi oleh Pemerintah Indonesia pada Juli 2019 lalu.

Menurut siaran pers dari Inpex Corporation, yang diperoleh Petrominer, Selasa (15/10), penandatanganan amandemen kontrak tersebut dilakukan di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 11 Oktober 2019 lalu. Disaksikan oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan INPEX Corporation telah sepakat mengenai pengembangan lapangan gas Abadi di blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Setelah Head of Agreement (HoA) ditandatangani, INPEX pun mendapatkan persetujuan pemerintah terkait revisi POD Abadi LNG Project.

Persetujuan atas revisi PoD oleh pemerintah ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi Proyek LNG Abadi. Ini adalah investasi asing terbesar sejak tahun 1968 dan simbol pembangunan di Indonesia Timur yang berskala global setelah Freeport Indonesia.

Lihat juga: Sah, Revisi PoD Abadi LNG Projet

Sementara itu, Vice President Corporate Services Inpex Masela, Nico Muhyiddin, pernah mengatakan bahwa pihaknya tengah intensif berkomunikasi dengan calon pembeli gas dari Blok Masela. Meski belum ada pembeli pasti, namun Inpex telah menyusun pemetaan calon pembelinya.

Padahal, kepastian pembeli gas dari Lapangan Abadi tersebut harus didapatkan sebelum proses keputusan akhir investasi (FID). Saat ini, Inpex fokus untuk menyelesaikan proses penyusunan analisis dampak lingkungan (amdal).

Proyek Abadi diprediksi menghasilkan gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) dan gas pipa sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Untuk kondensatnya, diperkirakan mencapai sekitar 35.000 barel kondensat per hari. SKK Migas mentargetkan blok Masela akan mulai produksi pada tahun 2027.

Proyek ini menjadi proyek pengembangan LNG skala besar terintegrasi pertama yang dioperasikan oleh INPEX di Indonesia sebagai operator, sesudah Proyek LNG Ichthys di Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here