Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu.

Jakarta, Petrominer – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, meyakini Indonesia dengan kondisi alamnya sangat berpotensi untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah air yang bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik, melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Melihat masih besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, saya yakin target bauran energi sebesar 26 persen pada tahun 2025 mendatang akan dapat terpenuhi,” ujar Gus Irawan, Sabtu (21/3).

Menurutnya, keyakinan untuk bisa mencapai target itu kian besar setelah melihat langsung energi listrik yang dihasilkan PLTA Jelok di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Apalagi, pembangkit yang dibangun sejak tahun 1938 itu, disebutnya masih handal menghasilkan listrik.

“PLTA tersebut dibangun oleh Belanda sejak tahun 1938 lalu dan mampu menghasilkan energi sekitar 20 Mega Watt (MW). Artinya, negara kita sangat berpotensi untuk mengembangkan EBT, salah satunya dengan PLTA tersebut. Semoga kunjungan ke PLTA Jelok ini bisa menginspirasi kita untuk terus mengembangkan EBT,” ungkap Gus Irawan.

Politisi dari Partai Gerindra ini juga menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah tengah membangun beberapa PLTA, termasuk di daerah pemilihannya, yakni PLTA Simarboru (Sipirok, Marancar, Batangtoru) di Sumatera Utara. PLTA ini dibangun dengan rencana kapasitas sekitar 510 MW.

Selain air, masih ada sejumlah potensi sumber daya alam lainnya. Salah satunya panasbumi yang berpotensi sekitar 1.100 MW, namun baru diproduksi sebesar 330 MW. Masih ada sekitar 770 MW lagi yang dalam proses produksi.

“Dari sana jelas terlihat, kalau kita sungguh-sungguh ingin menggarap EBT pasti akan terkejar target bauran sebanyak 26 persen pada tahun 2025 mendatang. Masih ada lima tahun lagi untuk mencapai target tersebut. Jadi masih bisa kita kejar angka tersebut,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here