Kolaborasi MKEI dan FMP UNHAN RI Gelar Kelas Hulu Migas

0
1079
Foto bersama para narasumber dan moderator Kelas Hulu Migas 2025 yang diselenggarakan Masyarakat Ketahanan Energi Indonesia (MKEI) berkolaborasi dengan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (FMP UNHAN RI).

Jakarta, Petrominer – Masyarakat Ketahanan Energi Indonesia (MKEI) berkolaborasi dengan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (FMP UNHAN RI) sukses menggelar Kelas Hulu Migas 2025  di kampus UNHAN RI, Kamis (14/8) lalu. Kegiatan diskusi ini mengusung tema “Revolusi Teknologi Hulu Migas Indonesia.”

Ketua Umum MKEI, Awaf Wirajaya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program strategis MKEI dan UNHAN RI dalam memperkuat sinergi pendidikan, penelitian, serta pengembangan strategi ketahanan energi nasional, khususnya di sektor hulu migas.

“MKEI berkomitmen menjadi jembatan kolaborasi antara kaum akademisi, industri, dan para pemuda di sektor energi yang siap memimpin transformasi,” ungkap Awaf dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Jum’at (22/8).

Dia menjelaskan, acara dibuka dengan Opening Speech oleh Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan UNHAN RI, Mayjen TNI Priyanto, yang menegaskan pentingnya penguasaan teknologi hulu migas sebagai salah satu pilar pertahanan negara.

Dilanjutkan dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Yayan Setiawan, Vice President Eksplorasi, Pengembangan & Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, mewakili Deputi EPMWK SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus.

Dalam paparannya, Yayan menyoroti perkembangan terbaru kebijakan dan implementasi Enhanced Resource Management for Working Area Kontraktor Kontrak Kerja Sama di industri migas Indonesia.

Sementara sesi diskusi menghadirkan Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristanto, dan Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial Pertamina Hulu Energi (PHE), Edy Karyanto.

Andri memaparkan topik strategis seperti ketahanan energi sebagai basis pertahanan negara, profil dan kiprah Harbour Energy. Dia juga mengenalkan industri hulu migas, komitmen melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), pemetaan pemangku kepentingan, peran KKKS dalam mendukung pertahanan dan ketahanan nasional, serta peluang karir di industri hulu migas.

Sedangkan Edy memaparkan peran PHE dalam mengoptimalkan portofolio migas nasional. Dia juga membeberkan inovasi teknologi eksplorasi dan produksi, serta strategi menuju keberlanjutan energi yang telah diimplementasikan oleh PHE selama ini.

Diskusi dipandu oleh Sri Murtiana, selaku moderator, dan terjadi interaksi dinamis antara para narasumber dan peserta. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi. Peserta terdiri dari pejabat eselon I dan II, dosen, mahasiswa S2 FMP UNHAN RI serta undangan lainnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan SKK Migas, Pertamina Hulu Energi, UNHAN RI, Harbour Energy, dan Energi Mega Persada (EMP). Ini mencerminkan kekuatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan energi nasional sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang menguasai teknologi dan strategi industri hulu migas di era kompetisi global,” ujar Awaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here